Napak Tilas Tumbang Anoi Kenang Perjanjian Damai 125 Tahun Silam

Print Friendly and PDF
KUALA KURUN - Napak Tilas dan Seminar Internasional di Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang digelar dari 22 hingga 24 Juli 2019 ini untuk mengenang sejarah perdamaian suku Dayak yang ada di pulau Borneo.
Perjanjian damai 125 tahun yang silam ini menghasilkan empat kesepakatan yang dikenal 4H oleh seluruh suku Dayak.
Kesepakatan tersebut, di antaranya orang Dayak dilarang saling Hakayau (memotong kepala), Hajipen (memperbudak), Hasang (menyerang), Habunu (membunuh).
Ketua penyelenggara, Dr Drs Dagut H Djunas SH MT mengatakan, seminar ini digelar dengan tujuan agar masyarakat Dayak dengan sumber daya alam yang melimpah ini yang memang merupakan hak-hak yang diberikan pemerintah yaitu tentang pengasuhan dan pengaturan masyarakat hukum adat.
"Dalam hukum adat masyarakat asli suku Dayak bukan menjadi penonton, melainkan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan menjadi tuan atas lahan dan hutan yang ada di Bumi Borneo ini," ucapnya.
Ia melanjutkan, kegiatan ini adalah momen untuk bangkit, bergerak dan inilah saatnya menjadi tuan dinegrinya sendiri bukan jadi penonton.
Ditambahkannya, untuk peserta mencapai 5000 dan nampak hadir juga Bupati dan Wakil Bupati serta perwakilan dari pemerintah daerah dari setiap Provinsi yang ada di Kalimantan.[kenedy/adv]
loading...
TAG