Legislator Ini Minta Perusahaan Bayarkan Upah Karyawan Sesuai UMK

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Setiap perusahaan itu wajib menerapkan upah minimum, baik UMP maupun UMK. Karena hal ini sudah merupakan hasil rapat koordinasi badan pengupahan provinsi yang dituangkan melalui keputusan Gubernur.
Itu ditegaskan salah satu Anggota DPRD Pulang Pisau, Johansyah kepada wartawan media ini, Jumat (12/7/2019) pagi.
"Artinya semua perusahaan yang sudah  beroperasi itu wajib menerapkan UMP atau UMK. Jadi, perusahan kalau tidak menerapkan  hal itu yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan, maka ancamannya pidana," ujarnya.
Menyikapi adanya perusahaan di Pulang Pisau yang dikabarkan tidak menerapkan upah minimum, baik UMP ataupun UMK, menurut Johansyah memang bagi pengusaha atau perusahaan yang tidak mampu membayar upah minimum itu dapat meminta penangguhan. Maksudnya, pengusaha yang tidak mampu membayar sesuai upah minimum dapat mengajukan permohonan penangguhan. 
Meski demikian tidak serta-merta menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar selisih upah minimum selama masa penangguhan.
"Itupun prosesnya cukup sulit dan lama. Jadi, kita harapkan jangan sampai hak karyawan terabaikan. Karena sesuai undang-undang ketenagakerjaan membayar upah minimum bagi karyawan itu wajib, dan kalau tidak maka ancamannya pidana," tukasnya.
Selain itu juga, lanjutnya, perusahaan harus transparansi dalam penerimaan karyawan serta  melaporkannya ke dinas terkait secara berkala.
"Sehingga dengan itu, pemerintah dapat mengetahui jumlah serapan tenaga kerja dan jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan dimaksud," terangnya.
Ia juga menambahkan, lebih baik lagi bagi perusahaan harus menyampaikan program tahunannya kepada pemerintah daerah setempat agar dapat diketahui diketahui bersama.
"Bilamana terjadi ketidakpatuhan atas aturan tersebut hendaknya jangan sampai menimbulkan persolan yang berlarut larut. Pihak  pihak berkompeten saya harapkan segera ambil langkah konstruktif supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG