Kooperatif, Terdakwa Korupsi Bandara Muara Teweh tak Ditahan

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA – Dinilai kooperatif, tiga terdakwa kasus korupsi Bandara H Muhammad Sidik Muara Teweh yang tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya, tidak ditahan.
Tiga terdakwa yang harus duduk di kursi pesakitan tersebut, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dishub Kalteng, Agustinus Sujatmiko, Direktur PT Dian Sentosa, Hadi Sugiarto serta Konsultan Pengawas Proyek, Felix Erwin Simanjuntak.
Kasus yang membelit ketiganya terkait pengerjaan landasan pacu taxiway, apron seluas 57.600m2 yang dikerjakan PT Dian Sentosa dengan nilai kontrak sebesar Rp17 miliar pada tahun 2014 lalu.
Terkait tidak ditahannya ketiga terdakwa kasus korupsi ini, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalteng, Drs Adi Santoso SH MH, selasa 930/7/2019) menjelaskan, ketiganya merupakan terdakwa yang sangat kooperartif.
Menurut adi, selama proses hukum berlangsung hingga saat ini ketiganya dinilai kooperatif, termasuk ketika dimintai keterangan atau dibutuhkan oleh kejaksaan.
“Alasan pertama ialah, karena mereka bertiga ini sangat kooperatif sejak awal proses hukum ini berjalan. Dipanggil untuk memberi keterangan selalu datang,” tutur Adi.
Selain kooperatif, lanjutnya, terdakwa juga sudah mengembalikan jumlah kerugian negara sejak awal kasus ini diproses di Kejati Kalteng.
“Mereka bertiga sudah kembalikan kerugian negara sebesar Rp3 miliar. Padahal kerugian negara yang dihitung hanya sebesar Rp1,57 miliar,” terang pria kelahiran Jawa Timur ini.
Alhasil, dari dua alasan ini, ketiga terdakwa dinilai meyakinkan dan bisa dipercaya untuk mengikuti proses hukum yang sedang dijalani tanpa perlu dilakukan penahanan.
“Kami memang sejak awal sudah yakin dengan tiga terdakwa ini, makanya tidak perlu dilakukan penahanan," pungkasnya.[deni]
loading...
TAG