Komitmen Tekan Stunting, Ini Program Aksi Pemkab Kapuas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas berkomitmen menekan angka stunting yang cukup tinggi di Kabupaten Kapuas.
Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Plh Sekda Kapuas, Andreas Nuah menyampaikan, persoalan stunting di Kapuas diperlukan kerja sama dari stakeholder ataupun instansi terkait untuk terlibat berkoordinasi dan melakukan sosialisasi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Kapuas.
"Tindak lanjut dari Rakor ini, kita harap dapat menekan angka stunting di Kabupaten Kapuas," kata Andreas, saat memimpin Rakor kedua penurunan stunting, di aula Bappeda, Jalan Tambun Bungai, Selasa (23/7/2019).
Sementara itu, Kepala Bappeda Yan Hendri Ale menjelaskan, terdapat delapan aksi konvergensi atau interasi dalam penurunan stunting.
"Aksi satu analisa situasi, aksi dua rencana kegiatan, aksi tiga rembuk stunting, aksi empat perbup atau perwali tentang peran desa, aksi lima Kader Pembangunan Manusia (KPM), aksi enam manajemen data, aksi tujuh pengukuran dan publikasi dan aksi delapan review kinerja tahunan,"  jelas Yan Hendri.
Dilanjutkannya, dalam aksi satu yaitu analisis situasi sudah dilakukan pada 182 desa dari 214 desa yang ada di Kapuas.
"Dan analisis ini dilakukan atas 20 data cakupan layanan prioritas intervensi penurunan dan pencegahan stunting yang menjadi tanggungjawab dari enam Perangkat Daerah  yaitu Dinas Kesehatan, PUPRPKP, Ketahanan Pangan, P3APPKB, Pendidikan dan Dinas Sosial," pungkasnya.
Di tempat yang sama Plt Kadiskominfo Kapuas Suwarno Muriyat, mengungkapkan, Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas melalui radio siaran pemerintah daerah secara masif telah menginformasikan mengenai stunting.[zulkifli]
loading...
TAG