Kapolres Imbau Masyarakat tak Tangkap Ikan Menggunakan Racun dan Bom

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kapolres Pulang Pisau, Siswo Yuwono BPM mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Desa Sei Pudak yang berada di bantaran Sungai Kahayan untuk tidak menangkapan ikan dengan cara meracun, bom, dan setrum.
Karena, kata Siswo hal itu bertentangan dengan Pasal 84, Ayat (1), Undang Undang Nomor 31 Tahun 2014 Jo Pasal 100 B, Undang-Undang Tahun 2019 tentang Perikanan, dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,2 miliar.
"Pada hari Sabtu kemarin bersama jajaran kita lakukan menggelar giat pencanangan zona bebas dari illegal fishing di Desa Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala. Karena bila menggunakan cara tersebut tentunya dilarang keras karena bertentangan atau melanggar undang-undang yang berlaku," kata Kapolres Pulpis.
Imbauan yang disampaikan Kapolres Pulpis  pada saat menggelar pencanangan zona bebas dari illegal fishing yang bertujuan mencegah terjadinya illegal fishing di wilayah Kabupaten Pulang Pisau itu diikuti unsur muspika Kahayan Kuala, tim medis Kecamatan Kahayan Kuala, Kades Sei Pudak, dan masyarakat setempat.
"Dalam rangkaian giat itu, kita juga menggelar kegiatan touring dengan menyambangi masyarakat dan nelayan di bantaran Sungai Kahayan. kegiatan ini juga menggandengkan komunitas Wild Angker Pulpis, sehingga total peserta yang ikut sekitar 200 orang," pungkasnya.
Sementara dalam kegiatan tersebut juga dihibur oleh artis jebolan KDI, yakni Risty KDI.[manan]
loading...
TAG