Hadir di Harjad Pulpis, Gubernur Sugianto: Apapun Jabatan dan Kekuasaannya Semua akan Mati

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Sejak dimekarkannya pada 2 Juli 2002 lalu, Kabupaten Pulang Pisau hari ini, Selasa 2 Juli 2019, genap berusia 17 tahun.
Menyambut hari jadi kabupaten yang berjuluk Bumi Handep Hapakat ini, pemerintah setempat kembali menggelar rangkaian demi rangkaian yang teragendakan setiap tahunnya. Mulai menggelar upacara, syukuran sampai pada hiburan rakyat.
Seperti pada rangkaian upacara kali ini,  Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran berkesempatan hadir dan sekaligus menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-17, di Stadion HM Sanusi, Kota Pulang Pisau.
Disela sambutannya, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu berpesan kepada seluruh komponen masyarakat, agar berupaya selalu menebarkan kebaikan selama menjalani kehidupan dimuka bumi ini.
Karena, menurutnya, sebagai seorang yang beragama tentu dalam masing-masing ajaran selalu mengajarkan tentang hal kebaikan. Dari itu, sudah seharusnya sebagai umat menjalankan dan melaksanakan perintah tersebut.
"Misal yang muslim ke Masjid, yang Nasrani ke Gereja, yang Hindu Pura, dan tempat ibadah agama lainnya. Kalau kita mampu menebarkan kebaikan antar sesama, tentu tidak akan ada perselisihan dan perpecahan antar kita," taautur Gubernur pada kesempatan itu.
Disisi lain, dirinya juga berpesan agar dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa diiringi dengan perbuatan baik, penuh rasa sabar dan keikhlasan dari dalam hati. Sehingga, apapun kondisi yang dijalani di dunia akan terasa ringan tanpa beban.
"Kuncinya, kalau hidup kita ingin tenang, damai serta tentram tanamkan kebaikan antar sesama serta sabar dan iklas dalam menjalani problem  kehidupan sehari-hari. Dan jangan sombong, itu kuncinya," tutur Gubernur Sugianto di hadapan seluruh peserta upacara Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-17.
Karena, menurutnya lagiy, setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi buah kebaikan juga bagi kita, dan sebaliknya kesombongan dan kedzoliman yang kita lakukan akan menghancurkan dan membinasakan bagi kita pula.
"Siapapun itu orang, baik masyarakat biasa maupun pejabat kalau dirinya memiliki rasa sombong dan dipenuhi rasa benci, maka semuanya ada balasan.
"Karena apa? Semua yang ada disini kelak akan mengalami kematian atau meninggal dunia, baik itu peserta upacara ini, para pejabatnya dan termasuk saya sendiri kelak akan mati. Dan semua itu, akan ada pertanggungjawabannya di akhirat," ucapnya.[manan/adv]
loading...
TAG