Dongkrak PAD Sarang Walet, Legislator Ini Dorong Pemkab Kapuas Bentuk Tim Yustisia

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Murniwati Roger mengatakan, untuk mendongkrak penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari penerimaan pajak sarang burung walet, Pemkab Kapuas hendaknya membentuk Tim Yustisia.
Tim ini akan melakukan gerakan pro hukum, sebagai tim pengawal Perda. Dengan demikian, aturan yang telah digariskan Pemerintah daerah bisa tegak berjalan.
"Bagaimana seharusnya kita mendongkrak PAD melalui pajak sarang burung walet, dengan adanya tim Yustisia," kata Murniwati, Rabu (23/7/2019).
Menurutnya, jika dilihat banyaknya sarang burung walet yang ada dan tersebar di Kapuas berkisar 4000 buah lebih, berpotensi besar meningkatkan pendapatan, untuk meningkatkan PAD
Sebagai referensi, pihaknya dari Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas telah melakukan kaji banding ke Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat terkait pengelolaan sarang burung walet.
"Di Kobar itu mereka telah menerapkan berbagai aturan untuk pengelolaan sarang burung walet, yang mana jika ada pelanggaran akan ada sanksi, penerapan sanksi itu dikawal oleh Tim Yustisia dan perangkatnya," jelas ketua Komisi II DPRD Kapuas ini.
Menurut wakil rakyat dari PDIP ini, progres retribusi pajak sarang burung walet dapat digenjot, dengan berbagai upaya, mulai sosialisasi, membentuk tim yustisia hingga pemasangan spanduk sebagai sanksi sosial kepada pengusaha burung walet yang masih mangkir bayar pajak.
"Dengan pemasangan spanduk pengumuman di gedung-gedung walet, dirasa akan efektif yang akhirnya wajib pajak yang mangkir akhirnya akan menjalankan kewajibannya," pungkas Murni.[zulkifli]
loading...
TAG