Camat Jabiren Raya: Legenda Batu Basaluh Cerita Turun Temurun Masyarakat Jabiren

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Adanya kabar tentang keberadaan sebuah batu legenda di Kecamatan Jabiren Raya, tepatnya di Sungai Tanginin, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau dalam beberapa pekan terakhir ini.
Bahkan kabarnya pun sudah viral di media sosial seperti Facebook. Apalagi setelah adanya sebuah spanduk bertuliskan "Wisata Kalonen Basaluh Jadi Batu" terpampang jelas di bahu jalan di wilayah kecamatan setempat.
Ditambah lagi, adanya sejumlah mahasiswa KKN di salah satu Universitas ternama di Kalimantan Tengah (Kalteng) sempat mengunjungi lokasi keberadaan batu legenda tersebut. Dengan itu, makin bertambahlah rasa penasaran bagi warga Bumi Handep Hapakat untuk mencari kebenaran legenda Manusia menjadi batu itu.
Seperti dikatakan salah satu warga Jalan Bandar komplek Pasar Patanak ini, Dede, pertama dirinya belum mengetahui kalau di daerah Kecamatan Jabiren ada batu yang katanya berasal dari manusia. Namun, lanjutnya, setelah melihat di media sosial (Facebook) adanya beredar semacam spanduk bertuliskan "Wisata Kalonen Basaluh Jadi Batu" atau Manusia yang Berubah Menjadi Batu di Desa Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
"Pas lihat Facebook itu baru saya tahu kalau di daerah kita ada cerita manusia jadi batu. Dan saat.itu sejumlah teman-teman saya juga sempat kaget mendapat informasi tersebut, dibenak kita seolah percaya atau tidak percaya," tukasnya.
Sementara, saat dikonfirmasi wartawan media ini Camat Jabiren Raya, Agustinuah membenarkan di wilayahnya itu memang terdapat legenda atau cerita masyarakat tentang adanya batu yang berasal dari manusia atau tepatnya manusia yang berubah menjadi batu. Meski begitu, dirinya belum dapat menerangkan secara detail terkait cerita tersebut.
"Riwayat Batu Basaluh itu cerita turun temurun oleh masyarakat Desa Jabiren, dan kalau batunya memang ada di lokasi itu mas. Namun, yang tahu persis ceritanya Pak Damang atau Mantir desa setempat mas yang lebih pas menggali atau menceritakannya," tuturnya dengan cukup singkat.
Ia juga menambahkan, dengan adanya cerita rakyat itu, tentunya kita berharap kedepannya dinas terkait yakni Disbudpar dapat menyiapkan fasilitas sarana dan prasana serts promosi wisata harus gencar dilakukan dinas dimaksud.[manan]
loading...
TAG