Bupati Ben Tegaskan Antisipasi Karhutla Perlu Kerjasama Semua Pihak

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan bencana tahunan yang perlu diantisipasi sejak dini. Hampir setiap musim kemarau tiba, Karhutla menjadi masalah yang menyita energi dan sumber daya.
Penanganan Karhutla harus direncanakan dengan baik, sehingga Karhutla bisa kita kendalikan sedini mungkin.
Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat melalui Wakil Bupati Kapuas, HM Nafiah Ibnor menegaskan, diperlukan kerjasama semua pihak yang terlibat baik pemerintah, TNI/Polri, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kapuas.
“Dengan datangnya awal musim kemarau yang berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geo Fisika (BMKG) dimulai dari bulan Juni tahun 2019 ini serta dengan adanya fenomena el-nino moderat dari bulan April 2019 hingga bulan Oktober 2019, maka perlu menjadi perhatian bagi kita semua baik pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh masyarakat maupun perusahaan besar swasta yang berada di Kabupaten Kapuas untuk mencegah dan meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut,” papar Nafiah Ibnor, saat membacakan sambutan Bupati dalam Rakor pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla, di auala Bappeda, Selasa (2/7/2019).
Untuk mewujudkan Kalteng bebas asap tahun 2019 sambung Wabub, diperlukan adanya langkah kongkrit yang harus dilakukan dengan mengedepankan upaya pencegahan melalui penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, serta mengarahkan seluruh kekuatan yang ada di tingkat kecamatan dan desa termasuk camat, lurah, kepala desa, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh adat hingga tokoh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, dalam lapaorannya menyebutkan bahwa potensi bencana di wilayah Kabupaten Kapuas dari tahun 2017-2019 di antaranya bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan serta abrasi.
"Berdasarkan data yang kita himpun total bencana yang terjadi pada tahun 2017 sebanyak 59 kejadian, pada tahun 2018 terdapat sebanyak 171 kejadian dan pada tahun periode 1 Januari sampai 30 Juni 2019 terdapat total kejadian bencana sebanyak 10," terang Sinaga.
Balai Pengendali Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan wilayah Kalimantan melalui perwakilannya menyampaikan terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah khususnya wilayah Kabupaten Kapuas  merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran dilihat dari banyaknya titik rawan kebakaran.
Oleh karena itu perlu adanya tindak pencegahan dengan cara sosialisasi serta pembuatan papan himbauan dan peringatan.[zulkifli]
loading...
TAG