Berbagai Pementasan Warnai Festival Media Pertunjukan Rakyat Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Festival Media Pertunjukan Rakyat segera digelar di Ballroom Aquarius Boutique Hotel, Kota Palangka Raya, 18 hingga 19 Juli 2019.
Festival diisi pementasan panggung, seperti stand up comedy, pementasan dialog komunikatif (drama pendek dengan properti tradisional) dan seni budaya daerah Kalteng (karungut, tarian tematik).
"Peserta diikuti oleh 5 tim dari kabupaten/kota se-Kalteng, kegiatan festival media pertunjukan rakyat ini merupakan tahap awal se-Kalteng," ucap Kasi Layanan Komunikasi Publik Diskominfo Kalteng Suliwati SE, Selasa (16/7/2019).
Ia membeberkan, dalam realitas sosial budaya yang beragam ini, ditemui berbagai media tradisional yang didukung oleh budaya dan suku bangsa masing-masing etnis. Media tradisional yang paling menonjol dan mudah dikenal adalah dalam bentuk media pertunjukan rakyat.
"Aktivitas komunikasi yang terjadi melalui media pertunjukan rakyat merupakan bentuk komunikasi langsung tatap muka," ujarnya.
Menurutnya, bentuk komunikasi langsung melalui pertunjukan rakyat ditampilkan melalui pertunjukan dan hiburan kesenian daerah yang sudah berlangsung dari waktu ke waktu dan merupakan bagian dari kehidupan sosial budaya mereka.
Sebagai contoh, lanjutnya, misalnya dalam komunitas masyarakat Jawa ditemui wayang kulit, kethoprak. Di Jawa Barat ditemui wayang golek, di Bali ada kesenian Tari Kecak, di Aceh ditemui Tarian Saman, di Komunitas suku Batak ada kesenian tor tor dan di Kalteng ada kesenian Manari Manasai.
"Pertunjukan rakyat yang ditampilkan melalui kesenian-kesenian di daerah sesungguhnya merupakan cerminan bahwa di setiap daerah di tanah air ini ternyata masih ditemui berbagai sarana komunikasi yang bersifat hiburan, namun memiliki nilai pendidikan, terutama dalam keikutsertaan mewariskan kebudayaan setempat," tuturnya.
Ditegaskannya, pentingnya pelestarian kebudayaan lokal yang diwujudkan dalam kesenian rakyat di setiap daerah juga menunjukkan bahwa setiap suku bangsa di negeri tercinta ini memiliki karakter yang khas sebagai dasar bertindak dan beraktivitas untuk pengembangan diri ke depan.
"Karena itu, pihak-pihak yang berkompeten secara terpadu perlu memerhatikan keberadaan dan keberlangsungnya supaya tidak menjadi punah," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG