Bahas Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Ini Alasannya..!

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Melalui berbagai kajian dan data, rencana pemindahan Ibu Kota Negara terus dibahas secara serius. Bahkan kini disebutkan rencana ini tinggal menunggu pengumuman resmi Presiden.
Terkait ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas Republik Indonesia (RI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar dialog nasional.
Dialog bertajuk "Menuju Ibu Kota Masa Depan, Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable" ini dilangsungkan di Luwansa Hotel Kota Palangka Raya, Jumat (19/7/2019).
Deputi Menteri PPN, Rudy S Prawiradinata mengatakan, Ibu Kota Negara harus pindah ke luar pulau Jawa. Ini karena sekitar 57 persen penduduk Indoneaia terkonsentrasi di pulau Jawa dari total jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan daerah lain memiliki jumlah penduduk yang sangat rendah.
"Kontribusi ekonomi pulau Jawa terhadap PDB nasional 58, 48 persen terhadap PDB nasional 20 85 persen," tuturnya.
Menurut Rudy, krisis ketersedian air di pulau Jawa sangat tipis dan banyak sungai yang tercemar, terutama daerah DKI Jakarta dan Jawa Timur.
"Konversi lahan kita semua tahu kalau di pulau Jawa konsumsi lahan terbangun mencapai 50 persen," jelasnya.
Lebih lanjut, pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, dengan adanya konsentrasi penduduk terbesar ada di Jakarta dan Jabodetabek hampir mencapi 50 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.
"Pemindahan ibu kota negara ini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, juga mendorong perdagangan yang merata antar wilayah Indonesia," yakinnya.
Ditambahkannya, meningkatnya beban Jakarta sehingga terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan besarnya kerugian ekonomi, di antaranya rawan banjir, tanah turun dan muka air laut naik, kualitas air sungai 96 persen tercemar berat, kemacetan tinggi dan pengolahan transportasi sangat buruk, serta kerugian ekonomi mencapai Rp56 triliun per tahunnya akibat kemacetan.
"Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia, karena itulah mengapa Kalimantan menjadi pilihan. Selain karena memiliki lahan yang luas, juga relatif aman bencana," tandasnya.[kenedy/adv]
loading...
TAG