Antisipasi Karhutla, Ini Maklumat Bupati Ben

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas berkomitmen untuk mengantisipasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Terkait ini, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menginstruksikan seluruh camat, kepala desa dan lurah se-Kapuas melaksanakan beberapa hal terkait fokus pencegahan Karhutla.
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, hal ini tindak lanjut dari Rapat Koordinasi stakeholder terkait yang telah digelar sebelumnya.
"Maklumat itupun telah dituangkan dalam surat dengan Nomor : 360/727/BPBD.2019 yang ditujukan kepada kepada seluruh camat, kepala desa dan lurah se Kabupaten Kapuas," kata Sinaga, Kamis (11/7/2019).
Dalam surat itu disebutkan agar mengintensifikasikan upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya masing-masing dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat.
Dengan cara, lanjutnya, memerintahkan kepada masyarakat pemilik lahan agar membersihkan dan memanfaatkan lahan-lahan terlantar yang menjadi miliknya untuk usaha-usaha yang produktif serta tidak membakar lahan secara sembarangan terutama pada musim kering atau kemarau saat ini.
Bupati juga meminta untuk mengaktifkan Satgas penanganan Karhutla di kecamatan dan desa dengan melibatkan Tripika, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, pemuda dan relawan.
"Serta secara rutin bersama-sama melakukan pemantauan ke wilayah yang rawan terjadi Karhutla dengan melakukan tindakan cepat, merespon sekecil apapun informasi yang diperoleh agar api tidak meluas yang akhirnya akan sulit untuk ditangani," terangnya
Dilanjutkaannya, agar memberdayakan masyarakat untuk bahu membahu melakukan pemadaman jika terjadi Karhutla dengan mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada di wilayah desa dan desa-desa sekitarnya.
"Agar selalu melakukan berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten atau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, setempat," tambahnya.
Kemudian dengan memanfaatkan penggunaan dana desa  (DD) atau dana kelurahan untuk pembelian peralatan pemadam kebakaran baik kendaraan roda tiga, mesin pemadam dan perlengkapannya.
Tentunya itu harus sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku, yang nantinya dapat difungsikan, selain untuk penanganan Karhutla juga untuk penanganan kebakaran pemukiman.
"Kita harapkan koordinasi seluruh stakeholder ini terjalin dengan baik, agar antisipasi pencegahan Karhutla berjalan maksimal," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG