Teroris yang Ditangkap di Kalteng Terindikasi Jaringan JAD

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Densus 88 Anti Teror dibantu Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di sebuah barak/kos-kosan Jalan Pinus Permai Kota Palangka Raya sebanyak 15 orang, Senin (10/6/2019). Mereka terdiri dari enam laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa plus lima anak-anak.
Kemudian, pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB di Hotel Purnama Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalteng, petugas mengamankan 13 terduga teroris, yang terdiri dari enam laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa dan lima anak-anak.
Tak sampai di situ, di Desa Sakatak Kecamatan Tewah, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 06.40 WIB, Tim gabungan Polres Gunung Mas, Densus 88 Anti Teror dan Satbrimob Polda Kalteng kembali meringkus lima terduga teroris, yang terdiri dari suami, istri dan tiga anaknya.
"Penangkapan terduga teroris ini masuk dalam kelompok JAD yang sedang uzlah (mengasingkan diri/latihan/mencari dana) pimpinan Abu Hamzah yang merupakan perakit bom di Gunung Salak, Aceh," beber Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs Anang Revandoko saat konferensi pers di Mapolda setempat, Selasa (11/6/2019) sore.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dua orang teroris yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Densus Mabes Polri atas nama Tommy dan Abdilah telah berhasil ditangkap beserta 31 orang yang berhasil diamankan kurang dari 24 jam.
"Mereka berbaiat kepada Abu Bakar Al Bagdadi pimpinan ISIS Syiria dan Irak yang mau merubah ideologi Negara Indonesia menjadi khilafah dan berencana akan bergabung ke Jakarta," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG