Tahun Ajaran Baru, Legislator Kapuas Minta Antisipasi Pungli

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS  - Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020 ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kapuas, Lawin mengingatkan agar jangan sampai ada praktik pungutan liar (pungli) oknum-oknum yang memanfaatkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di semua jenjang pendidikan.
"Kita meminta Disdik setempat dan pihak terkait mengantisipasi praktik tersebut. Kepada masyarakat pun agar turut mengawasi," kata Lawin, Jumat (14/6/2019) melalui sambungan selular.
Menurut Lawin, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen anggaran bagi dunia pendidikan, melalui berbagai program baik itu dana BOS, PIP, DAK pendidikan dan lainnya, mendukung wajib belajar.
"Jangan sampai ada  sekolah negeri yang dibiayai negara melakukan praktik pungutan kepada orang tua murid, saat tahun ajaran baru ini," tandas Lawin.
Dilanjutkannya, modus pungutan biasanya beragam, di antaranya berdalih  uang rehabilitasi atau renovasi gedung atau ruang kelas belajar, uang bangku dan sebagainya.
Menurutnya, program sekolah gratis saat ini harus diaplikasikan dengan baik oleh sebagian sekolah.
"Untuk itu kami ingatkan jangan sampai ada pungutan liar yang membebani orang tua murid, sebab pemerintah sudah  menyediakan anggaran 20 persen bagi pendidikan," kata Lawin.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada Dinas Pendidikan setempat untuk benar-benar menggunakan anggaran sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
"Juga melakukan pengawasan yang ketat terhadap sekolah. Jangan sampai ada  keluhan-keluhan dari orangtua murid akibat pungutan yang dilakukan sekolah ataupun kasus penyimpangan serupa seperti memungut iuran tambahan,” pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG