Terduga Pelaku Penganiaya Daron Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Tak butuh waktu lama, pelaku penganiayaan terhadap seorang tokoh agama bernama Pdt Daron A (56), berhasil ditemukan anggota Polsek Kahayan Hilir yang diback up Satreskrim Polres Pulang Pisau pada  Minggu 23 Juni 2019, sekira pukul 7.30 WIB, tepatnya di belakang gereja Pantekosta di jalan Darung Bawan, Kota Pulang Pisau.
Saat ditemukan anggota kepolisian setempat, pelaku yang diketahui bernama Rudi Mawar (30), warga Sulawesi Selatan itu dalam keadaan tidak bernyawa setelah menceburkan diri ke dalam sungai Anjir Pulang Pisau pada Sabtu malam saat dilakukan pengejaran oleh anggota kepolisian setempat.
"Pasca menganiaya Bapak Daron pada Sabtu Sore kemarin, pelaku akhirnya berhasil kita temukan meski dalam keadaan jadi mayat," ucap Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono BPM melalui Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Sugiharso kepada awak media, Minggu (23/6/2019) pagi.
Kurang dari 24 jam pasca menganiaya korban, pelaku yang ketahui warga Desa Matajang Rt.006 Rw. 002 Kelurahan Timpuseng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan itu ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai muara Anjir Pulang Pisau karena tidak bisa dapat berenang.
"Pelaku menceburkan diri ke sungai itu setelah malam tadi kita lakukan penyisiran di lokasi kejadian pelaku menganiaya korban. Biasanya kalau orang tenggelam ini biasanya baru muncul kepermukaan air 2-3 hari. Ini Alhamdulillah sekitar 10 jam saja. Ini tentunya berkat doa kita bersama," tuturnya.
Saat ini, kata Kapolsek Kahlir, jenazah pelaku sudah di berada ke RSUD Pulang Pisau yang diangkut menggunakan Ambulance rumah sakit setempat. Pelaku saat proses penangkapan pada Sabtu (22/6/2019) malam diketahui tengah berada di atas sebatang pohon di lokasi yang tidak jauh dari tempat korban dianiaya.
Saat di atas pohon, anggota kepolisian menjaga jarak dari pelaku, karena di atas pohon pelaku mempersenjatai diri dengan sebilah kayu dengan ujunh runcing dan ketika petugas akan naik pelaku menyerang dan menombak kan kayu tersebut ke petugas dari atas.
"Melihat itu, langkah yang kita lakukan dengan mendatangkan bapak kandungnya dan sepupunya untuk meminta turun, namun pelaku malah locat ke dalam air dan ternyata tidak bisa berenang akhirnya pelaku tenggelam," ungkapnya.
Sebelumnya, tambah Sugi, pelaku mau mencari pekerjaa sebagai buruh di perusahaan sawit di Sampit (Kotim). Namun, tidak jelas tiba-tiba sampai di Pulang Pisau dan  datang ke Kabupaten Pulang Pisau itu mau bekerja ke Sampit untuk bekerja dan dia baru saja datang ke Pulpis, sampai ke Pulpis dan menginap di Mushola Rumah Makan Raudah dan menurutnya pelaku yang tahu tujuan dia sampai ke Pulpis.[manan]
loading...
TAG