Dugaan Penganiyaan di Muara Anjir, Ini Kata Polisi...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Dugaan kasus penganiyaan menimpa Darun. Akibatnya korban yang tercatat sebagai Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Pulang Pisau ini mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kanan cukup serius.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono BPM melalui Kasatreskrim Iptu Jhon Digul Manra menjelaskan, kronologis kejadian awalnya korban sedang menuju ke arah sungai tepat di belang rumah korban untuk membersihkan sampah.
Lalu, korban yang tak lain warga Darung Bawan RT 01, Kecamatan Kahayan Hilir ini melihat ada seseorang (pelaku) tengah duduk sambil rebahan didekat sungai dimaksud. Tidak curiga, kemudian korban menyapanya dengan mengucapkan "Sedang apa dek,"? Dengan jarak kurang lebih 1 meter dari pelaku.
Tidak lama, pelaku langsung berdiri menyerang korban dengan menggunakan potongan kayu bulat dengan panjang kurang lebih setengah meter yang diambil dari dekat tempat duduk pelaku.
"Dengan itu, tusukan mengenai arah perut  sebelah kanan korban. Sampai akhirnya korban meminta pertolongan," kaya Digul dalam kronologis kejadian.
Selanjutnya, dari keterangan korban pelaku diketahui dengan ciri-ciri pelaku memiliki postur tubuh pendek, badan berisi, kulit Putih, menggunakan pakaian agak lusuh (seperti orang gila), celana pendek jeans warna gelap, baju dibagian lengan warna gelap dan dibagian badan warna putih ke abu-abuan, wajah mulus dan umur diperkiraan 17 - 20 tahun.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kanan dengan ukuran panjang luka 9,5 centimeter dan lebar 1,5  centimeter dan sudah dilakukan penanganan medis di RSUD Pulang Pisau," terangnya.
"Saat ini anggota dari Polsek Kahayan Hilir dan di back up Satreskrim Polres Pulang Pisau masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," tutupnya.[manan]
loading...
TAG