Digelar di Bundaran Besar, 62.000 Jagung Kalampangan Siap Pecahkan Rekor MURI

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Minggu, 16 Juni 2019 ini bakal menjadi momen bersejarah bagi petani jagung Kalampangan, Kecamatan Sebangau. Itu karena sebanyak 62.000 tongkol jagung Kelampangan siap memecahkan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).
Pemecahan rekor MURI bertajuk Festival Bakar Jagung ini sendiri dipusatkan di bundaran besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 62.000 jagung itu rencananya dibakar secara bersamaan untuk dinikmati pengunjung yang hadir.
Festival bakar jagung ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-62 Provinsi Kalimantan Tengah.
"Jagung sudah disiapkan, karena sudah ditanam di Kalampangan, Kecamatan Sabangau dengan luasan 7 hektare," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalteng, Ir Hj Sunarti MM, Kamis (13/6/2019).
Diuraikannya, 62 ribu tongkol jagung tersebut berasal dari petani di Kalampangan itu nantinya akan dihitung, baik sebelum atau setelah dibakar. Kegiatan ini diagendakan untuk memecahkan rekor MURI.
"Jadi jagung itu semua dari petani di Kalampangan. Jumlah 62 ribu cukup. Di sana nanti akan dihitung dan ketika dibakar juga akan dihitung," jelasnya.
Menurut Sunarti, lokasi dan peralatan untuk pemecahan rekor MURI telah dipersiapkan. Sebanyak 62 tenda, masing-masing berkapasitas 1.000 jagung juga telah disiapkan.
Dalam satu tenda akan ada dua tungku dengan kapasitas 120 jagung setiap dibakar. Kemudian setiap tenda terdapat 40 petugas yang nantinya bertugas secara bergantian untuk mengupas maupun membakar jagung.
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri seluruh SOPD, baik Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga pihak swasta, dan tentunya masyarakat Bumi Tambun Bungai.[kenedy/adv]
loading...
TAG