Begini Kronologis Pengeroyokan Berujung Maut di Pasar Inpres Kapuas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Pesta minuman keras lagi-lagi memakan korban jiwa. Kali ini korbannya seorang lelaki berinisial ST alias Anto alias Ucil (35) warga Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas Kalteng.
Peristiwa terjadi di lorong pertokoan Blok Pasar Inpres, yang tak jauh dari pelabuhan Danau Mare tempat digelarnya pesta miras pelaku dan korban, di Jalan Mawar, Kelurahan Selat Tengah, Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.
Kapolres Kapuas, AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Selat, AKP Dhani Sutirto mengatakan, empat pelaku pengeroyokan kini  telah diamankan, mereka AI (34), IS (22), DP (20) dan MI (24) keempat pelaku merupakan warga Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
"Terdapat luka luar pada bagian mulut dan ada bekas pukulan di bagian kepala korban," beber Kapolsek Selat.
Kronologis kejadian itu, menurutnya, Rabu (19/6/2019) sekitar jam 18.00  petang, para tersangka bersama korban menggelar pesta  minuman keras jenis arak ciu di pelabuhan Danau Mare.
"Sekitar jam 20.00 WIB saat tengah menggelar minuman keras terjadi keributan antara korban dengan IS. Dan dalam keributan tersebut telah terjadi perkelahian antara  korban dengan tersangka IS," ungkap Kapolsek.
Di mana, lanjutnya, pada saat perkelahian itu tersangka IS bersama tersangka AI secara bersama-sama menyerang korban
hingga menyebabkan korban jatuh ke lantai pelabuhan dan mengalami luka pada bagian wajahnya.
"Kemudian perkelahian tersebut dapat dilerai oleh teman saksi, setelah itu korban meninggalkan para tersangka yang masih menggelar minuman keras," terangnya.
Sekitar jam 23.30 WIB, sambungnya, si korban kembali datang ke TKP dengan membawa sebilah kayu balok untuk mencari tersangka AI dan IS yang sebelumnya berkelahi dengan korban.
Dan pada saat itu tersangka DP menarik korban ke lorong pertokoan blok pasar dengan maksud mendamaikan korban, akan tetapi saat itu korban marah kemudian bermaksud memukul tersangka DP dengan kayu balok yang dibawanya.
"Tetapi kayu balok tersebut ditangkap oleh tersangka AI dan setelah itu tersangka DP memukul dengan menggunakan kedua tangannya secara  berulang kali ke arah tubuh korban," lontarnya lagi.
Akibat pukulan tersebut korban pun roboh dan terjatuh ke lantai lorong pertokoan dan bersama dengan itu tersangka AI  menendang korban menggunakan kakinya, begitu juga dengan tersangka MI juga memukul korban dengan menggunakan tangan kosong sehingga akibat pengeroyokan tersebut korban dalam keadaan tidak berdaya.
Melihat korban sudah tidak berdaya selanjutnya tersangka AI menyeret korban ke dalam lorong pertokoan dan meninggalkan korban di lorong tersebut dalam keadaan lunglai tak berdaya.
Keesokan harinya, Kamis 20 Juni 2019 sekitar jam 07.00, baru diketahui setelah
korban ditemukan oleh warga di lorong Kompleks Pasar Inpres dalam keadaan tergeletak dengan kondisi masih bernapas Kemudian oleh tim balakar 545 Kapuas korban dibawa ke rumah sakit Kapuas untuk dilakukan pengobatan.
"Namun saat dirawat di rumah sakit Kapuas sekitar jam 10.00 WIB korban meninggal dunia," katanya.
Menerima laporan kejadian itu Polisi melakukan tindakan. Petugas mendatangi dan melakukan olah TKP dan meminta visum et repertum ke rumah sakit, otopsi jenazah serta mencatat para saksi, untuk mengetahui pasti kejadian.
"Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek selat, guna proses hukum lebih lanjut," kata Kapolsek.

Kepada para tersangka akan dikenakan pasal 170 ayat (2) ke (3) KUHP. [zulkifli]
loading...
TAG