Waket DPRD Kapuas Minta Pelanggaran Distribusi Elpiji Bersubsidi Ditindak Tegas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas, Robert Linuh Gerung menyoroti kemahalan harga elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Kapuas.
Pasalnya, saat ini masyakat kurang mampu terpaksa harus membeli elpiji subsidi di eceran dengan harga melambung tinggi. Padahal elpiji 3 kilogram subsidi itu hanya boleh dijual ditingkat pangkalan resmi, namun faktanya saat ini seperti bebas dijual di eceran yang tidak mempunyai izin resmi.
"Harus ditindak tegas dan putuskan mata rantai permainan penyaluran tabung elpiji subsidi bagi masyarakat kurang mampu tersebut," kata Robert, Selasa (14/5/2019).
SOPD teknis dan pihak terkait, lanjutnya, harus mampu mematahkan permainan bisnis tabung gas subsidi, yang mana sejatinya ini diperuntukan pemerintah bagi masyarakat pra sejahtera sesuai titik pendistribusian sesuai kebutuhan kuota.
Tidak hanya kemahalan harga, kelangkaan tabung melon itu acap terjadi di berbagai wilayah baik di kota terlebih di wilayah kecamatan non pasang surut.
"Seperti di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah, harga elpiji 3 kilogram mencapai Rp70 ribu," ungkap Robert.
Sementara untuk seputaran Kota Kuala Kapuas, elpiji subsidi ini dijual ditingkat eceran dengan harga kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per bijinya.[zulkifli]
loading...
TAG