Unik...! Manangguk Iwak Jadi Tradisi Warga Desa Mantaren I

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Terbilang unik, dalam memanfaatkan kondisi air sungai surut, warga Desa Mantaren I, Rey V, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, berburu ikan dengan bantuan alat tangkap berupa anyaman bambu berbentuk setengah bulat yang biasanya warga setempat menyebutnya sebagai Tangguk.
Kegiatan manangguk oleh warga Desa Mantaren I itu bisa disebut sebagai tradisi. Dimana, kegiatan itu berlangsung setiap tahun saat kondisi air sungai surut atau pada saat musim kemarau.
Seperti yang dikatakan salah satu warga desa setempat, Effi. Menurutnya kegiatan manangguk iwak ini hampir setiap tahunnya berlangsung saat kondisi air sungai surut dan pada musim kemarau.
Keseruan tampak terlihat saat sejumlah warga serempak memasuki sungai dan langsung berburu ikan dengan tangguk tadi.
"Kegiatan ini biasanya kami lakukan saat musim kemarau dan kalau kondisi air sungai ini dalam keadaan surut," ujar Effi kepada media ini, Minggu (26/5/2019).
Menurut Effi, meski diterpa panas-terik matahari nampaknya tak jadi masalah bagi warga. Suasana justru kian meriah lantaran disepanjang sungai dipenuhi sejumlah jenis ikan, diantaranya ikan atau iwak saluang dan udang kecil.
"Ikan saluang dan udang kecil yang banyak saat kondisi air seperti ini. Pokoknya ada keseruan tersendiri saat manangguk iwak ini, apalagi kalau banyak dapat ikannya," ungkapnya.
Sedikit tambah Effi, manangguk iwak di desanya yang tidak jauh dari ibukota kabupaten Pulang Pisau itu bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun sejumlah anak usia sekolah pun turun ikut manangguk.
"Bukan orang dewasa saja memanfaatkan momen ini, anak-anak pun juga ikut turun pada kegiatan manangguk oleh warga Desa Mantaren I. Semoga dengan adanya kegiatan manangguk ini, menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi warga desa kami khususnya," tutup Effi.[manan]
loading...
TAG