Tugas Wartawan Sangat Mulia, Jangan Ada Kekerasan dan Intimidasi

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pulang Pisau, I Nyoman Weda menegaskan, jangan ada lagi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.
Karena, lanjut Nyoman, Pers merupakan pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang harus dihormati.
Meski perannya di luar sistem politik formal, namun keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial. Sehingga, kebebasan pers menjadi salah satu tolak ukur dalam kualitas demokrasi di sebuah negara.
"Karena Pers sebagai pilar keempat demokrasi, dan telah dijamin kemerdekaannya dan diakui keberadaannya oleh UUD RI. Maka, pers diharapkan bisa menjalankan fungsi kontrol bila melihat terjadi penyimpangan terhadap demokrasi dan hukum," terang Nyoman, Rabu (1/5/2019).
Tak dipungkirinya, masih banyak wartawan yang melakukan kesalahan, seperti membuat berita yang tidak benar atau Hoax, sehingga itu menjadi salah satu polemik di batang tubuh Pers sendiri. Maka dari itu, wartawan harus dituntut keprofesionalismean agar tidak terjadi hal yang berkaitan dengan delik hukum.
"Saya menghargai kebebasan pers, namun dibalik itu semuanya jurnalis harus konsisten dalam menyajikan informasi yang faktual dan bukan bohongan. Maka wartawan dituntut profesional, salah satunya mengikuti pelatihan jurnalistik dan uji kompetensi wartawan. Dengan itu, agar para wartawan tidak kebablasan dalam menyajikan sebuah berita yang akan disampaikan ke publik," tuturnya.
Nyoman juga menilai di era ini, terkait sejumlah aksi kekerasan terhadap wartawan di Tanah Air, kerap terjadi. Mulai kekerasan secara fisik (pemukulan) maupun non fisik (intimidasi).
"Sekarang banyak kita dapati wartawan yang dipukul dan diintimidasi. Jadi, mulai saat ini kita harapkan jangan ada lagi kekerasan dan intimidasi yang menimpa para wartawan saat menjalankan tugas liputannya di bumi Pertiwi ini," ucapnya.
Selanjutnya, tambah Nyoman, seluruh Wartawan khususnya yang bertugas di Kabupaten pulang Pisau, mengecam dan menolak adanya kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.
"Kami mengingatkan kembali bahwa Pers punya kedudukan yang dilindung Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan kami juga menjunjung tinggi kode etik dalam melaksanakan tugas jurnalistik, dari itu tugas seorang wartawan sangat mulia," tutupnya sembari mengecam kekerasan terhadap sejumlah wartawan saat meliput aksi May Day buruh pada 1 Mei 2019 yang berkumpul di Gedung Sate, Kota Bandung.[manan]
loading...
TAG