Tak Tertampung, Pasien Keracunan Dirawat di Lorong dan Gazebo Rumah Sakit

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Puluhan pasien korban keracunan massal sebagian harus dirawat di lorong dan selasar rumah sakit. Bahkan sebagian pasien juga terpaksa harus dirawat di tenda darurat.
Ini diperkirakan terjadi karena ruangan yang tersedia tidak mencukupi. Hingga Jumat (25/5/2019), tercatat 82 orang dirawat di rumah sakit satu-satunya di Kota Kuala Kapuas ini.
Direktur RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo, dr Agus Waluyo mengatakan, setidaknya sebanyak 82 pasien korban keracunan yang ditangani pihak rumah sakit.
"Ada sekitar 82 pasien, untuk jumlah di lapangan kita belum tahu pasti," kata dr Agus.
Pantauan di rumah sakit Kapuas, pasien korban keracunan sebagian juga dirawat di tenda yang dipasang oleh Dinas Sosial setempat yang ditempatkan di halaman depan dan di halaman tengah rumah sakit.
"Kami dari Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Kapuas menyiapkan dua tenda, tenda keluarga yang besar dan tenda keluarga yang kecil," kata Andi Septianto Adianata, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Sosial Dinsos Kabupaten Kapuas, Jumat (25/5/2019).
Diketahui sebelumnya ratusan warga diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan nasi bungkus dari acara buka puasa bersama di Masjid Nurul Istiqomah, Handil Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas pada Kamis (23/5/2018) lalu.[zulkifli]
loading...
TAG