Pj Kades tak Respon, Ini Kata Kadis DPMD terkait Dugaan Mark Up...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Ditanya terkait adanya dugaan Mark Up pada pembangunan lapangan voli di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Pejabat (PJ) Kades desa setempat, Suhardi enggan menjawab pertanyaan dugaan tersebut saat dikonfirasi wartawan media ini, pada Senin (13/5/2019) kemarin.
Sampai berita ini dimuat belum ada tanggapan dari Pj Kades setempat. Padahal sebelumnnya, kasus dugaan mark up untuk pekerjaan pembangunan lapangan voli tersbut sudah tersebar di kalangan masyarakat desa setempat.
Sebelumnnya, informasi yang berhasil dihimpun media ini, pembangunan lapangan voli yang bersumber dari dana desa (DD) itu menelan anggaran sebesar Rp65.613.000 yang dikerjakan secara swakelola.
Namun, sejumlah warga setempat, menilai kegiatan tersebut tidak sebanding dengan realisasi di lapangan.
"Karena anggaran Rp65 juta lebih itu, yakni menurut kami terkesan dinaikan (mark up). Sebagai contoh saja untuk harga semen 140 sak berapa, pasir satu kapal, batu split tiga pick up dan upah kerja hanya Rp5 juta, yang seharusnya kalau mengacu swakelola atau padat karya harusnya 30 persen dari pagu anggaran, yakni Rp 19.683.000 untuk upah kerja. Artinya jika dilihat dari belanja tersebut masih sangat jauh berada di bawah pagu anggaran yang disediakan," kata warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Meskipun nanti, tambahnya, ada pajak dan ditambah belanja piranti seperti net, bola dan tiang nilainya tak sebesar itu.
Sementara, menyikapi hal tersebut, kepada media ini, Kadis DPMD Kabupaten Pulang Pisau, Syariful Pasaribu menjelaskan, terkait informasi dugaan mark up pada pembangunan lapangan voli di Desa Belanti Siam itu, pihaknya sudah menurunkan tim dan mengundang pihak terkait untuk dimintai keterangan terkait dugaan tersebut.
"Kita sudah meminta data dari pihak Pemdes dan BPD, dan pihaknya sudah kita panggil ke kantor bersama pihak Inspektorat, agar dugaan indikasi kasus dapat ketahui antara laporan dan fakta dari sisi Pemdes, apakah laporannya itu benar atau ada hal yang perlu diluruskan," ucap Syariful Pasaribu menyampaikan kepada wartawan media ini, Rabu (15/5/2019).
Dengan tanggap, usai pihaknya memanggil Pemdes Blok A Kanan Desa Belanti Siam, Syariful menjelaskan bahwa ternyata dugaan Mark up itu tidak benar.
Menurut pihak Pemdes sendiri, kata Syariful, dalam pembangunannya masih ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan, diantaranya pemasangan tiang net, tiang lampu, tempat wasit, bangku tempat duduk pemain cadangan, kabel, lampu maupun pengecatan yang masih memerlukan anggaran mencapai Rp12.288.000.
"Dalam penetapan harga kami juga telah menyesuaikan dengan Basic Price yang ditetapkan Kabupaten Pulang Pisau. Jadi, terkait upah pekerja yang disebutkan hanya 5 juta itu juga tidak benar, untuk jumlah total upah untuk pekerjaan pembangunan lapangan voli tersebut mencapai Rp 10.343.000, dan target 30 persen upah telah tercapai dari semua kegiatan fisik yang dilaksanakan Pemdes Belanti Siam di tahun 2019 ini," tuturnya mengungkapkan.
Selanjutnya, masih dijelaskan Syariful Pasaribu, untuk perencanaannya sendiri pihak Pemdes Belanti Siam juga telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni melalui serap aspirasi masyarakat, diputuskan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) melalui skala prioritas yang melibatkan unsur masyarakat, kemudian dibuat RAB dengan melibatkan Pendamping Teknis Kecamatan Pandih Batu yang difasilitasi oleh Pendamping Lokal Desa yang kemudian di input dalam Siskeudes sebagai APBDes.
"Jadi, di dalam pelaksanannya jelas transparansi, karena setiap kegiatan yang ada dalam APBDes pasti terdapat papan proyek dalam pengerjaannya, untuk informasi publik juga terdapat baliho transparansi APB Desa. Jika ada kesalahan dalam penganggaran maka pemerintah desa pun akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini Kecamatan Pandih Batu, KP2KP dan DPMD sendiri," ungkapnya.
Dengan adanya laporan indikasi ini, Syariful dan pihak Pemdes setempat tentunya menyayangkan sikap oknum yang melaporkan dugaan adanya Mark Up dalam pembangunan lapangan voli Tahun 2019. Intinya dugaan ini tidak benar," tutup Syariful melalui pesan WhatApp pribadinya.[manan]
loading...
TAG