Penyebab Keracunan Massal di Kapuas Positif Mengandung Bakteri Salmonella

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menyampaikan hasil uji laboratorium sampel makanan yang menyebabkan ratusan warga keracunan. Hasilnya makanan positif mengandung bakteri.
Kepala Dinkes Kapuas, Apendi melalui Sekretaris Dinas, Raison mengatakan, pasca kejadian luar biasa (KLB) tersebut tim Dinkes Kapuas bergerak cepat mengambil sampel- sampel makanan yang diduga menjadi sumber menularnya, antara lain nasi, telor dengan masak merahnya, kurma maupun roti gepeng.
"Dari hasil pemeriksaan yang kami percayakan kepada BBTKL Banjarbaru dan di BPOM Palangka Raya. Hasil yang kami dapatkan sementara ini di semua sampel tadi positif salmonella," beber Raison kepada sejumlah wartawan, saat menggelar jumpa pers di Rumah Sakit Kapuas, Selasa (28/5/2019).
Selain itu, jelas Raison pada sampel telor rebus masak merah itu positif mengandung bakteri staphyloccos.

"Pada telor selain salmonella juga ada staphyloccos. Jadi itu adalah salah satu penyebab mengapa pasien-pasien ini menderita keracunan tersebut dengan gejala-gejala yang khas seperti apa yang ditimbulkan," tambanya.
Pihaknya menyimpulkan penyebab keracunan itu dipastikan memang adalah jenis bakteri salmonella.
"Tetapi proses timbulnya salmonella ini belum dapat dipastikan dari mana datangnya, mungkin dari proses pembuatan, proses penyimpanan, mungkin masakan dan lain sebagainya yang jelas dalam prosesnya tidak higienis," katanya lagi.
Dinkes pun akan melakukan pendalaman lagi terkait penyebab pasti sumber bakteri penyebab keracunan itu.
Sebelumnya ratusan warga mengalami keracunan massal diduga usai menyantap makanan nasi kotak dengan menu masak merah dari acara buka puasa bersama di Masjid Nurul Istiqomah, Handil Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, pada, Kamis (23/5/2018) lalu.
Alhasil, ratusan korban keracunan massal pun harus dilarikan ke RSUD setempat untuk dilakukan perawatan medis.[zulkifli]
loading...
TAG