Mangkir Lagi, Kejari Minta oknum Wakil Ketua DPRD Barsel Ini Penuhi Panggilan Ketiga

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Berdasar surat putusan, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 1 tahun 2 bulan  penjara kepada Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel), H Hasanuddin Agani.
Politikus Partai Golkar ini dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penyimpangan keuangan perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD Barsel tahun Anggaran 2006-2008.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe SH melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady SH MH menyampaikan, dalam putusan itu Hasanuddin divonis 1 tahun 2 bulan penjara oleh majelis hakim tidak pidana korupsi pada Pengadilan Tipikor Palangka Raya.
"Di mana vonis tersebut diperkuat di tingkat Kasasi MA, sebagaimana termuat dalam amar putusan, dengan nomor  putusan MA bernomor 1995.K/Pid.Sus/2018 tanggal 12 Maret 2019," ungkap Bayu kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019) siang.
Bayu menjelaskan, untuk itu Kejari sebagai Jaksa dilerintahkan oleh undang-undang untuk segera melaksanakan putusan pengadilan tersebut, karena telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Oleh karena itu, Kejari Barsel sudah melakukan pemanggilan secara patut Hasanuddin, untuk datang k ekantor Kejari Barsel.
"Pemanggilan pertama pada hari Rabu, (08/5/2019), namun terpidana korupsi Hasanuddin mangkir. Lalu kami melakukan pemanggilan kedua pada hari Senin (20/5/2019), yang bersangkutan kembali mangkir," tandasnya.
Kejari Barsel kembali meminta kepada terpidana korupsi Hasanuddin untuk datang pada Jumat, 24 Mei 2019 untuk memenuhi panggilan yang ketiga atau terakhir.
"Bila pada pemanggilan ketiga yang bersangkutan masih mangkir juga, maka Kejaksaan akan memasukkan Hasanuddin sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)," tegasnya.[timredaksi/rilis]
loading...
TAG