Gas Elpiji 3 Kilogram Langka, Ini Kata Kepala Disperindagkop Pulpis...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Beberapa bulan terakhir ini, di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir masih mengalami kelangkaan gas bersubsidi elpiji 3 kilogram. Masyarakat pun susah mendapatkannya di sejumlah pangkalan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Pulang Pisau, Elieser Jaya membenarkan informasi yang didapat di lapangan demikian adanya.
"Kalau informasi yang kita dapat dari agen  sendiri, pendistribusian gas elpiji 3 kilogram tetap lancar," jelas Elieser, kepada awak media, Jumat (3/5/2019) usai menghadiri pelantikan Pj Sekda Pulpis di Aula Beppedalitbang kabupaten setempat.
Cuma, lanjutnya, memang kuota tidak sebanding dengan kebutuhan. Kalaupun nanti fidapati di lapangan adanya penimbunan dan semacamnya oleh pihak pangkalan maupun agen, Disperindagkop akan tindak tegas, sampai pada pencabutan izin.
Menurut Elieser, sejauh ini pihaknya juga telah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, khususnya di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan cek lapangan langsung guna memastikan penyebab kelangkaan gas bersubsidi yang dikeluhkan masyarakat selama ini.
"Informasi dari masyarakat ini sangat baik untuk bahan kita, dan nanti dalam waktu dekat ini kita dari Disperindagkop Pulpis akan turun lapangan langsung untuk mengeceknya," ungkapnya.
Selain hal itu, lanjut Elieser, pihaknya juga mengimbau bahwa gas elpiji 3 kilogram subsidi dari pemerintah ini memang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu. Artinya tidak seluruh masyarakat berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi ini.
"Pengecer tidak diperkenankan menjual gas elpiji 3 kilogram ke masyarakat. Jadi, masyarakat langsung ke pangkalan dengan membawa surat keterangan tidak mampu, baik dari desa maupun kelurahan. Karena ini untuk meminimalisir suplaynya agar sesuai dengan yang membutuhkan," jelasnya.
Terlepas dari dugaan penyalahgunaan gas elpiji tersebut, sejauh ini informasi yang didapat memang kuota kurang dari kebutuhan. Meski kabarnya demikian, Disperindagkop Pulpis akan turun mengkroscek langsung ke lapangan.
"Mudah-mudahan nanti ada solusinya, kita hari ini menggelar rapat bersama sejumlah agen, dan dalam waktu dekat ini juga kita langsung turun lapangan kroscek tempat-tempat pangkalan dan warga yang diduga ada penimbun gas tersebut," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG