Buron ke Samarinda, Polisi Ringkus Oknum Terduga Pelaku Pencabulan di Kapuas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Setelah sempat buron, jejak AR (55) akhirnya terendus aparat kepolisian. Oknum kepala sekolah pada salah satu sekolah di Kabupaten Kapuas ini ditangkap polisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan atau pencabulan kepada anak di bawah umur.
Selain itu, pelaku juga sempat membawa lari korbannya seorang anak perempuan berusia 13 tahun dan diketahui korban adalah murid pelaku sendiri.
Jajaran Satreskrim Polres Kapuas di back up Resmob Polres Balikpapan dan Jatanras Polresta Samarinda mengamankan pelaku di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kapolres Kapuas, AKBP Tejo Yuantoro melalui Kasatreskrim Polres Kapuas, AKP Ahmad Budi mengatakan, setelah sempat buron terduga kini sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
"Sempat kabur, pelaku ini akhirnya diamankan tim gabungan tersebut di depan RSUD Inche Abdoel Moeis Jalan H.A.M Rifaddin Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Minggu, 26 Mei 2019 malam. Saat ini dalam perjalanan dibawa ke Mapolres Kapuas," ungkap AKP Ahmad Budi Martono, Senin (27/5/2019).
Dilanjutkannya, kronologis kejadian tbermula pada Selasa, 7 Mei 2019 sekira pukul 16.00 WIB pelaku membawa korban yang masih duduk di bangku SLTP.
Dari salah satu desa di Kecamatan Bataguh Pelaku membawa korban menuju Kota Kapuas menggunakan kelotok.
"Setibanya di pelabuhan Danau Mare,  pelaku membawa korban dengan menggunakan mobil carteran menuju sebuah rumah di Desa Anjir mambulau Kecamatan Kapuas Timur," jelasnya.
Di rumah tersebutlah pelaku diduga telah melakukan aksi bejatnya dengan melakukan persetubuhan terhadap korban.
"Mengetahui kejadian itu ayah korban pun tidak terima, kemudian melaporkannya ke Polres Kapuas," ujarnya.
Akibat perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat (1) Undang - Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.[zulkifli]
loading...
TAG