20 Hari Dikarantina, 51 Santri Tahfizh Qur'an Barsel Diwisuda

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Setelah 20 hari mengikuti bimbingan dan  pembinaan di karantina Tahfizh Qur'an Barito Selatan (Barsel), 51 santri akhirnya diwisuda. Kegiatan wisuda digelar di GPU Jaro Pirarahan Buntok, Kamis (30/5/2019).
Pengukuhan sebagai Tahfidz atau penghapal Alquran tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Barito Selatan, Ir Syahrani. Disaksikan sejumlah pejabat setempat dan puluhan orang tua peserta.
Syahrani dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena dalam  waktu yang cukup singkat, yakni hanya 20 hari dalam Bulan Ramadhan 1440 Hijriah ini, panitia telah mampu mencetak 51 orang tahfizh di Barsel.
Ia mengakui, menjadi seorang penghafal Qur'an memang tidak mudah, dan itu merupakan anugerah Tuhan yang wajib untuk disyukuri, khususnya bagi para orangtua peserta.
"Semoga wisuda karantina Tahfidz Qur'an Barsel 2019 angkatan pertama ini, akan menjadi sebuah inspirasi serta motivasi untuk kita semua, dalam meningkatkan sumber daya manusia Qurani, yang bertakwa kepada Sang Khaliq," ujar Syahrani.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz H Sibawaihi Lc MPd mengatakan, pihaknya mewisuda peserta tersebut, karena menilai secara keseluruhan para peserta karantina Tahfizh telah memenuhi persyaratan yang ditargetkan.
"Selama 20 hari kegiatan itu, hafalan tertinggi 10 juz dan yang terendah 1 juz. Tapi untuk rata-rata, peserta telah berhasil menghafal Alquran sebanyak 5 juz," tutup Sibawaihi.[laily]
loading...
TAG