Tolak Kabiro AUAK, Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya Gelar Aksi

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Ratusan mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya menggelar aksi damai menolak Kepala Biro Administrasi Umum dan Kemahasiswaan (AUAK) yang baru, Drs H Abdul Rahman dari hasil lelang jabatan, Senin (1/4/2019).
Aksi yang dimulai dari halaman Rektorat IAHN-TP Palangka Raya, mahasiswa disambut langsung Rektor I Ketut Subagiasta bersama pejabat kampus serta Kepada mahasiswa. Rektor pun langsung menghubungi direktorat jenderal Kemenag RI atas tuntutan mahasiswa.
"Mereka bersikeras menuntut agar Kepala Biro AUAK IAHN-TP dijabat oleh kader Hindu. Dari perbincangan dengan dirjen Kemenag RI, beliau menyampaikan agar tuntutan mahasiswa diterima dan ditindaklanjuti," ucap Ketut.

Usai puas menyatakan penolakannya kepada rektor, mahasiswa kembali bergerak menuju Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan Brigjen Katamso.
Berbagai orasi menuntut keadilan atas kader Hindu dan puisi dilayangkan perwakilan mahasiswa, dilanjutkan dengan menyampaikan lima poin tuntutan, di antaranya menolak Drs H Abdul Rahman sebagai Kepala Biro AUAK IAHN-TP Palangka Raya, karena kampuas IAHN-TP Palangka Raya adalah Perguruan Tinggi Agama Hindu. Maka dari itu pihaknya menginginkan pemimpinnya
harus dari kader Hindu.

Selanjutnya, memohon kepada Menteri Agama RI supaya segera menarik Drs H Abdul Rahman dari Kepala Biro AUAK IAHN-TP Palangka Raya dan segera mencari pengganti Kepala Biro AUAK IAHN-TP Palangka Raya baru yang merupakan kader hindu.

Juga memohon kepada Menteri Agama RI apabila membuka formasi supaya membuka formasi di luar kementerian agama. Karena, masih banyak kader Hindu di luar lingkungan kementerian agama yang memenuhi syarat untuk menjadi kabiro AUAK.

Dan juga meminta kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalteng supaya dapat menciptakan situasi yang harmonis antar umat beragama dan dapat menyampaikan tuntutan kami kepada Menteri Agama RI yang terdapat pada poin 1 dan 2.

Dan yang terakhir meminta kepada Rektor IAHN-TP Palangka Raya, bahwa pihaknya selaku mahasiswa menginginkan tuntutan itu segera ditindaklanjuti dan segera mencari kepala Biro AUAK IAHN-TP Palangka Raya yang merupakan kader Hindu.

Sementara, Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Fran Nando mengatakan, jika lelang jabatan untuk kepala biro AUAK mereka tidak mengetahui. Hanya saja mereka ingin menuntut keadilan dan rasa nyaman bagi mahasiswa.
Lelang jabatan diketahui dilaksanakan pada bulan Januari dengan 3 nama dan tidak ada unsur dari kader Hindu.
"Kami menginginkan kepala biro AUAK digantikan dengan kader Hindu. Berikan kami keadilan. Masih banyak kader hindu yang bisa menjabat sebagai kepala biro," ucapnya.

Sementara, Kabag TU Kanwil Kemenag Kalteng Surian Noor mengatakan, jika pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

"Itu hak mereka. Kami akan menyampaikan ke pusat. Namun untuk hasilnya kita tidak bisa menentukan karena kewenangan pusat. Kemarin, lelang jabatan dilakukan secara terbuka dan yang mendaftar hanya tiga orang
tersebut," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG