Sanksi Menanti Serangan Fajar, Begini Cara Melaporkannya

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Politik uang merupakan salah satu kerawanan dalam Pemilu. Salah satu bentuknya lazim disebut serangan fajar. Potensi kerawanan ini terjadi jelang hari pemungutan suara. Saat masa tenang rawan dan H-1 ini perlu diwaspadai.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kapuas, Iswahyudi Wibowo mengatakan, calon legislatif (caleg) yang terbukti melakukan serangan fajar bisa dikatakan melakukan praktik politik uang yang dilarang dalam Undang-undang.
Bagi yang menemukan indikasi praktik poltik uang 'serangan fajar' bagi-bagi uang untuk mempengaruhi pilihan, dapat melaporkannya. Untuk melaporkan dugaan praktik uang harus adanya pelapor, saksi, bukti-bukti dan nama terlapor.
"Cara melaporkannya datang ke Panwas terdekat dengan disertai bukti awal, batas laporan maksimal tujuh hari sejak peristiwa diketahui," kata Iswahyudi, Sabtu (6/4/2019).
Bukti-bukti praktik politik uang, lanjutnya, bisa berupa foto atau video serta bukti lain yang menguatkan telah terjadi dugaan terjadi money politic.
"Juga saksi sangat perlu untuk menguatkan keterangan pelapor dan menguatkan bukti-bukti," terang Iswahyudi.
Rekaman video dan foto serta saksi tersebut jelas Iswahyudi, merupakan syarat formal dan material sebuah perkara. Artinya jika syarat tersebut tidak terpenuhi, laporan tidak bisa ditindaklanjuti.
Iswahyudi mengatakan, larangan tentang serangan fajar telah diatur dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu
"Sanksi pidana pasal 515, penjara maksimal 3 tahun dan denda maksimal Rp36 juta," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG