PPPA Sosialisasikan Bahaya Rokok di Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-PPKB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar sosialisasi bahaya rokok dan kesehatan reproduksi bagi anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam penurunan Stunting, Kamis (11/4/2019) di Meeting Room Aquarius Boutique Hotel, Kota Palangka Raya.
Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3A-PPKB, Tarmanta SSos MKes mengatakan, selain pemenuhan gizi yang seimbang, dalam proses tumbuh-kembangnya anak harus dilindungi dari ancaman yang dapat merugikan dan membahayakan.
Kesehatannya seperti asap rokok. Asap rokok mengandung zat racun seperti tar, nikotin, karbon monoksida, arsenik, hydrogen sianida, dan lainnya.
"Anak dan balita lebih memiliki risiko tinggi terhadap dampak buruk dari asap rokok karena mempunyai sistem imun dan alat pernafasan yang masih berkembang dan rentan terhadap penyakit," ucapnya.
Pada kegiatan tersebut, turut hadir Kadis P3A-PPKB Kalteng, dr ADM Tangkudung MSi, narasumber dari Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan.
Juga Kementerian PP dan PA Republik Indonesia, Drs Hendra Jamal M.Si, Kabid Pemenuhan Hak Anak Bidang Kesejahteraan Kementerian PP dan PA Republik Indonesia, Anita Putri Bungsu S.Si, Kadis PPKBP2A Kabupaten Barito Selatan, Drs H Suriadi Kurnain, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kalteng dr Feri Irawan.[kenedy]
loading...
TAG