Kunjungi Kalteng, Presiden Resmikan Bandara Tjilik Riwut

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Tengah (Kalteng) meresmikan pengoperasian terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Senin (8/4/2019).
Begitu mendarat, Presiden yang didampingi Menteri Perhubungan dan Menteri Perindustrian langsung disambut Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran. Juga para bupati dan walikota se-Kalteng, termasuk Bupati Barito Utara dan Forkopimda Kalteng serta pejabat lainnya.
Presiden langsung meninjau sejumlah titik di area bandara, mulai dari proses chek in, ruang tunggu keberangkatan penumpang dan alur keluar masyarakat dari bandara yang memang disiapkan panggung untuk penandatanganan prasasti peresmian.
Tujuan kedatangan Presiden yang ketiga kalinya di Kota Palangka Raya ini, guna memastikan tingkat pelayanan pengelola bandara kepada masyarakat dan apakah sudah sesuai dengan harapan pemerintah pusat. Presiden dalam sambutannya mengatakan, pembangunan bandara memerlukan waktu 4,5 tahun dan sudah bisa dinikmati masyarakat Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila.
"Tentunya dengan bandara baru ini, perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah dapat meningkat," harap Joko Widodo.
Sementara itu, Sugianto Sabran mengaku bersyukur, karena di sela kesibukan yang padat, presiden menyempatkan diri hadir meresmikan bandara yang saat ini dikelola Angkasa Pura II.
Lebih lanjut, Sugianto Sabran mengatakan, keberadaan Bandara Tjilik Riwut dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat, dan diyakini menarik minat investor dalam menanamkan sahamnya.
"Alhamdulillah bandara ini sudah diresmikan presiden, dan sekali lagi membuktikan kinerja pemerintah pusat membangun infrastruktur, untuk kemaslahatan masyarakat," ungkapnya.
Sugianto Sabran juga berharap, masyarakat Kalteng pada umumnya dan Palangka Raya pada khususnya, dapat memanfaatkan Bandara Tjilik Riwut sebagai jalur transportasi udara serta memberikan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kalteng.
Di tempat yang sama, Bupati Barito Utara, H Nadalsyah juga mengharapkan pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik di Desa Trinsing bisa secepatnya beroperasi.
"Kita berharap bandara kebanggaan Barito Utara bisa diselesaikan dan dapat dioperasikan sesuai target dari Kementriaan Perhubungan, oleh karenanya pembangunan Bandara Baru menjadi salah satu prioritas yang harus selesai tepat waktu," ungkap Koyem sapaan akrab Nadalsyah.
Ditambahkannya, masyarakat khususnya di Barut sangat mendambakan agar Bandara baru bisa dapat beroperasi, sehingga nantinya tidak perlu lagi ke Ibukota Provinsi ataupun ke Provinsi tetangga seperti saat ini bila ingin bepergian.
"Tentu ini akan menghemat waktu dan biaya," tutupnya.[doni/kenedy/adv]
loading...
TAG