JaDi: Peran Penyelenggara Penting Meminimalisir Serangan Fajar

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Seluruh pemilih perlu mewaspadai praktik politik uang dalam Pemilu 2019 yang tinggal hitungan hari lagi. Jelang hari H pencoblosan merupakan masa yang rawan terjadinya 'serangan fajar'.
Koordinator Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kapuas, Suhardi mengatakan, integritas dan profesionalisme jajaran penyelenggara yang menjadi ujung tombak di lapangan sangat berperan dalam meminimalisir terjadinya praktik politik uang, dalam bentuk apapun, baik itu saksi, Panwas TPS, hingga pertugas KPPS wajib mematuhi aturan main, dan jangan sekali-sekali terlibat dalam praktik curang serangan fajar.
"Semua saksi peserta pemilu baik saksi Capres, saksi Calon DPD dan saksi Parpol harus mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi terjadinya serangan fajar, terutama saksi sendiri jangan terlibat dalam praktik itu," kata Suhardi, Sabtu (6/4/2019).
Perugas KPPS yang bertugas, lanjutnya, betul-betul profesional dalam menjalankan tugasnya dan tidak turut partisan pada peserta pemilu apa lagi turut ikut menjadi menjadi pelaku pembagian serangan fajar.
"Panwas TPS yg dibentuk Bawaslu turut berupaya memantau gerakan gerakan dan mengingatkan masyarakat agar tidak mau menerima pemberian yang sifatnya mempengaruhi suara pemilih baik berupa uang atau barang," jelas mantan Komisioner KPU Kapuas ini.
Dilanjutkannya, peserta Pemilu dalam menunjuk saksi agar diberikan pelatihan dalam hal tentang tugas dan fungsinya di TPS
"Dan tentu di semua setiap TPS ada saksi yang telah di tunjuk," pungkas Suhardi.[zulkifli]
loading...
TAG