Hadiri Sidang Pencemaran Nama Baik, Gubernur Sugianto: Untuk Beri Efek Jera

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran memenuhi panggilan pada persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Ini setelah beberapa kali tidak memenuhi panggilan jaksa karena kesibukannya sebagai Gubernur, Selasa (2/4/2019).
Pada persidangan tersebut hadir sebagai saksi pelapor terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terdakwa Afridel Jinu, Sugianto didampingi Kejati Kalteng, Adi Sutanto beserta jajarannya serta ketua DAD Agustiar Sabran.
Di persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Zulkifli, Sugianto mengatakan tersinggung dengan kata-kata yang tidak layak dan tidak sopan yang diposting oleh terdakwa di salah satu media sosial faceebook.
"Saya pertama kali melihat itu saya merasa tersinggung. Dan itulah menjadi alasan dirinya melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib," ujar Gubernur.
Tidak hanya tersinggung, lanjutnya, kata-kata tidak sopan yang diposting oleh Afridel menurut Sugianto tidak pernah dialaminya dan bahkan dari orangtuanya sendiri.
"Seumur hidup saya tidak pernah disebut seperti itu, bahkan orangtua," paparnya.
Adapun tujuan dari dilaporkannya kasus ini, menurut orang nomor satu di Kalteng ini adalah untuk menciptakan efek jera dan juga sebagai bentuk pelajaran bagi siapapun dalam bermedia sosial dan pergaulan.
"Tujuan saya melakukan ini adalah untuk mendidik. Memberikan pelajaran, supaya ke depannya tidak orang yang melakukan hal yang sama," pungkasnya.
Sementara di sela persidangan, terdakwa diberi kesempatan oleh Majelis Hakim untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Kalteng.
"Izin yang mulia, karena selama ini belum ada kesempatan untuk meminta maaf, jadi di sini saya ingin mengutarakan langsung permintaan maaf saya kepada Gubernur," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG