Apresiasi Kejari Kapuas, Kemenag Ingin Program JMP Berlanjut

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Program jaksa masuk pesantren (JMP) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas disambut positif dan mendapat apresiasi dari pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kapuas.
Kepala Kantor Kemenag Kapuas, H Ahmad Bahruni, melalui Kasi Pendidikan Diniyah (PD) Pontren, Rabu (17/4/2019) mengatakan, pihaknya tentu sangat berterimakasih kepada Kejari Kapuas, telah memberikan pengetahuan hukum kepada kalangan santri pada sejumlah pondok pesantren di Kapuas.
"Keluarga besar Kemenag, khususnya PD Pontren menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada  Kejaksaan Negeri Kapuas," kata H Marino, melalui sambungan telepon.
Diketahui pihaknya, Selasa (16/4/2019), pondok pesantren Fajar lslam di Kecamatan Basarang, telah diberikan penyuluhan hukum oleh tim JMP Kejari Kapuas.
"Mudah-mudahan anak anak santri, dapat memahami hukum, agar tidak melanggar hukum," imbuhnya.
Dilanjutkannya, pihaknya masih mengharapkan Kejari kapuas, untuk tetap memprogramkan penyuluhan hukum ini, kepada pondok pesantren lainnya.
Sebelumnya, Kajari Kapuas, melalui Kasie Intelejen Mauladi, SH, MH mengatakan dalam program ini, tim JMP Kejari Kapuas memberikan pemahaman hukum,
giat ini digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan para santri secara khususnya.
"Program ini bertujuan untuk mengenalkan produk hukum seperti undang-undang serta mengenal keakraban lembaga Kejaksaan dan tupoksinya di kalangan santri," ujar Mauladi, usai menyampaikan materi  hukum di Ponpes Fajar Islam.
Mauladi menjelaskan, kejaksaan selain memiliki fungsi penegakan hukum, juga memiliki fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum.
Beberapa yang disampaikan dalam paparannya adalah bahaya narkoba dan potensi pelanggaran terhadap Undang undang transaksi elektronik UU ITE nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik.
"Program JMP ini merupakan program pimpinan Kejaksaan yang dicanangkan di seluruh wilayah Indonesia, dan harus diterapkan secara intensif," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG