Waktu Penghitungan Suara di TPS Diperpanjang 12 Jam

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Perkembangan terkini terkait aturan Pemilu 2019 mengalami perubahan.
Ketua Bawaslu Kapuas Iswahyudi Wibowo, Jumat (29/3/2019) mengatakan, pihaknya menerima informasi langsung dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah, bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait aturan penambahan waktu penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Setelah keluar keputusan MK waktu pengitungan suara di TPS ditambah 12 jam," kata Iswahyudi.
Perpanjangan jangka waktu penghitungan suara hanya dapat dilakukan sepanjang proses penghitungan dilakukan secara tidak terputus hingga paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara di TPS.
"Sebelumnya banyak yang enggan jadi petugas KPPS  di TPS karna ada sanksi jika lewat waktu penghitungan," kata Iswahyudi.
Penambahan waktu ini, lanjutnya, untuk mencegah tidak selesainya proses penghitungan suara pada hari pemungutan suara, mengingat kompleksnya formulir-formulir yang harus diisi dalam penyelesaian proses penghitungan suara.
Sebagaimana diketahui Pemilu 2019 ini merupakan pemilu serentak pertama antara Pilpres dan Pileg sehingga jumlah peserta pemilunya sangat banyak.
Anggota Bawaslu Kapuas, Charles menambahkan selain adanya penambahan waktu penghitungan suara di TPS, aturan lain yang kini ada perubahan terkait penggunaan Surat keterangan (Suket).
"Setelah Uji Materi di MK, Suket dapat digunakan sebagai dasar untuk mencoblos di TPS, tapi kita masih menunggu aturan teknisnya," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG