Kreatif, Kades di Kapuas Ini Budidayakan Madu Kelulut

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Budi daya madu kelulut atau biasa disebut madu pelaket mulai membuahkan hasil. Ide kreatif peternakan serangga kecil penghasil cairan kental itu dilakukan Masrawan, Kepala Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.
Tentu saja usaha ini diharapkan akan berdampak pada perekonomian wilayah desa setempat. Apalagi Ia melibatkan sejumlah warganya untuk membudidayakan madu kelulut itu.
"Awalnya kita membudidayakan kelulut ini ajakan dari teman satu kampung yang berdomisili di Barabai, Kalsel. Setelah ditekuni ternyata menjanjikan bahkan omsetnya bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah," kata Masrawan, Minggu (17/3/2019).
Salah satu ketertarikannya membudidayakan madu kelulut karena di Kalteng, khususnya di wilayah Kapuas tergolong langka untuk didapatkan.
"Alhamdulillah, bisa merangsang warga untuk ikut membudidayakannya juga. Sudah ada sekitar 25 sarang madu kelulut yang dibudidayakan di sini," ucap Iwan sapaan Kepala Desa Sei Asam ini.
Budidaya madu kelulut, menurutnya tidak terlalu sulit, terlebih di Kapuas sendiri memiliki hutan yang luas. Selain itu untuk perawatannya juga cukup mudah.
"Tak hanya memiliki nilai ekonomis, madu kelulut juga memiliki multi khasiat baik untuk kesehatan maupun untuk produk kecantikan," jelasnya.
Masrawan berharap, ke depan budi daya madu ini bisa menjadi alternatif baru guna membangkitkan perekonomian masyarakat lokal.
"Ke depan kami berharap dari instansi terkait dapat memberikan bimbingan dan teknik budi daya madu kelulut bagi masyarakat kami," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG