Jalan Kaki Ratusan Kilometer, Ini Cerita Fendi hingga Sampai ke Martapura

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Aksi jalan kaki yang dilakukan Fendi dari Kota Palangka Raya, Kalteng menuju Sekumpul, Martapura yang berjarak kurang lebih 250 km, jadi viral di media sosial. Niat Fendi sendiri cuma satu, yakni menghadiri haul ke-14 Tuan Guru Zaini bin Abdul Ghani (Guru Izai atau Guru Sekumpul).
Lelaki dengan nama lengkap Riduan Efendi tersebut menuturkan, ide jalan kaki itu sendiri timbul saat mendengar ada orang lain yang berangkat menuju Sekumpul dari kota lain hanya menggunakan sepeda.
Dengan tekad bulat dan modal seadanya, tepat pada hari Jumat (1/3/2019) dimulailah perjalanan itu. Fendi berangkat sekitar pukul 05.30 WIB dengan kondisi cuaca hujan. Ia terus berjalan hingga tiba di Masjid Kubah Hijau, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, untuk beristirahat sejenak.
"Perjalanan saya lanjutkan sampai di Panti Asuhan Ayah Bunda, di sana sempat sholat juga, masih gerimis perjalanan saya lanjutkan singgah di Kantor Polsek Sebangau untuk meminta surat keterangan dari Polisi," tutur Pendi, saat berada di Masjid Jamhuri Aisyah, di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Batola, Kalsel, Selasa (5/3/2019).
Fendi terus melakukan perjalanan menuju arah Kabupaten Pulang Pisau, saking jauhnya menempuh perjalanan hingga kakinya bengkak, dengan kondisi kecapean. Beruntung ada sebuah mobil yang menghampirinya kemudian menanyakan tujuannya.
"Karena kecapean, ya saya ikut sampai di Pulang Pisau," kata Fendi.
Di Kabupaten Pulang Pisau ini, Sabtu (2/3/2019), Fendi beristirahat selama sehari untuk memulihkan kondisi akibat kecapean.
"Pagi Minggu (3/3/2019), dari Jalan Trans Kalimantan simpang tiga arah Mandomai, perjalanan dilanjutkan menuju Peri penyeberangan Mandomai," cerita Fendi.
Perjalanan terus dia lanjutkan hingga sampai Kuala Kapuas. Pada perjalanan dari Kapuas hingga memasuki perbatasan  Kalsel, di sini banyak yang bersimpatik.
Aksi lelaki Palangka Raya ini mendadak viral di media sosial, hingga banyak warga yang menyapanya atau mengajak mampir untuk beristirahat, menawarkan makan minum, hingga memberinya bekal.
"Alhamdulillah bekal bertambah selama di perjalanan," ucap Fendi.
Saat ditanyakan, kapan dia berhenti untuk istirahat atau singgah, apakah tergantung jarak, Fendi mengatakan itu sesuai keinginan hati, tak melihat siang atau malam, panas ataupun hujan.
"Tidak ada target sampai ke tujuan berapa lama, mengikuti kata hati saja," pungkas Fendi.[zulkifli]
loading...
TAG