Enam Kali Konflik Belum Juga Dapat Titik Temu

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG -  Polemik antara PT Ketapang Subur Lestari (KSL) dengan masyarakat pemilik lahan atas nama keluarga keturunan Bundruk yang meminta haknya atas lahan yang digarap perusahaan KSL tersebut, belum juga menemukan titik temu.
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pun dilaksanakan di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur (Bartim) terkait penyelesaian lahan masyarakat oleh perusahaan, Selasa (12/03/2019)
  
Ketua DPRD Bartim, Broelalano yang juga sebagai pimpinan rapat mengatakan, selaku kelembagaan yang menjadi pengantar aspirasi masyarakat, pihaknya menerima dan mendengarkan apa yang disampaikan dari pihak masyarakat.
"Permasalahan ini sudah terlalu lama berlarut-larut dan sudah enam kali melakukan RDPU, tapi tidak juga mendapatkan titik temu," ucap Broelalano.
Dijelaskannya, jika permasalahan ini dibawa secara hukum, maka ini akan bersentuhan secara adat.
"Karena masyarakat adat yang memiliki lahan tersebut, sebaiknya lakukanlah secara kekeluargaan agar keduanya dapat berjalan dengan baik," harapnya.
Sementara, Jumudi selaku penerima kuasa dari pihak kelurga keturunan Bundruk menyampaikan, dalam proses pembuatan Amdal tidak pernah dilibatkan, seharusnya perusahaan melakukan sosialisasi dan diketahui semua pihak.
"Apakah pihak dari perusahaan selama membuat izin Hak Guna Usaha (HGU) ataupun Amdal dalam proses pembuatannya masyarakat tidak pernah dilibatkan, seharusnya perusahaan melakukan sosialisasi dan di ketahui semua pihak," ungkapnya.
Di tempat yang sama, pihak manajemen PT KSL, Raden Agus mengatakan, permasalahan masa lalu masih melekat dan masih diperdebatkan terkait perizinan. Tentunya pihaknya melakukan pengerjaan tidak mungkin tanpa mengantongi izin, dan adapun kewajiban pihak perusahaan kepada masyarakat tetap dilakukan namun ada peraturannya.
"Adapun proses ganti rugi lahan, kita melihat dari perusahaan sebelumnya dan apabila ada lahan yang belum diganti rugi, mari kita uji kebenarannya di pengadilan," tandasnya.[adi/redaksi]
loading...
TAG