Di Kapuas Anggaran Pelipatan Kertas Suara Pilpres Cuma Rp50 per Lembar

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Ratusan warga dilibatkan bekerja melakukan pelipatan kertas suara logistik Pemilu 2019 di GOR Panunjung Tarung Jalan Maluku, Kuala Kapuas, Jumat (15/3/2019).
Tak sedikit yang mengeluhkan harga lipat suara kali ini nilainya sangat kecil. Menurut pekerja harga tersebut menurun sangat jauh dari harga sebelumnya, saat pelipatan surat suara Pilkada lalu.
"Untuk lipat suara kali ini upahnya lebih murah dibandingkan saat Pilkada lalu," kata salah satu petugas lipat suara yang tak namanya minta dirahasiakan kepada kabarkalteng.com
Menurutnya, untuk surat suara Pilpres nilainya hanya Rp50 per lembar, sedangkan untuk surat suara Pileg (DPD/DPR/DPRD) dengan harga Rp80 per lembar.
"Dulu saat pelipatan surat suara Pilkada bisa hasil hingga Rp500 ribu lebih per hari," imbuhnya.
Disebutkannya, selain harga lipat suara yang menurun jauh, kertas suara pemilih di Pemilu kali ini ukurannya lebih besar dan lebar, sehingga pekerja merasa tidak bisa menghasilkan uang sesuai target dan harapan seperti tahun sebelumnya.
Petugas pelipat surat suara lain menyebutkan, pada hari pertama mereka bekerja rata-rata hanya mampu menyelesaikan satu setengah dus surat suara, maksimal dua dus bisa terselesaikan.
Sementara itu, Sekretaris KPU Kapuas, Otovianus mengakui minimnya anggaran untuk upah pelipatan surat suara itu.
"Mengingat anggaran yang tersedia pun terbatas," ucap Otovianus.
Namun menurutnya, dalam rekrut tenaga pelipat suara itu tidak ada paksaan, bagi siapa yang bersedia dipersilahkan dengan nilai yang ada.
Berdasarkan data dari KPU Kapuas, skema upah lipat suara itu bervariasi sesuai jenis. Surat suara Pilpres isi per box 2.000 lembar dengan upah Rp100.000 per box. Sedangkan surat suara DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten, isi per box 500 lembar dengan nilai upah Rp40.000,- setiap box.[zulkifli]
loading...
TAG