Baca Berita Online Jangan Cuma Judul...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Di era sekarang, informasi digital atau di media sosial tentunya sangat mempermudah para pegiatnya dalam mengakses jejak langkah suatu kabar berita atau informasi.
Seiring dengan itu, banyak hal positif yang dihasilkan, namun juga tidak sedikit sisi negatif bermunculan, seperti menyebarnya berita-berita  bohong (hoax), fitnah, adu domba dan ujaran kebencian kerap beredar di media sosial (medsos).
Biasanya, berita-berita tersebut banyak bermunculan menjelang pesta demokrasi atau Pemilu, baik saat Pilkada, Pileg maupun Pilpres.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melalui Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Statistik dan Persandian Kabupaten Pulang Pisau mengajak pegiat medsos atau netizen atau warganet agar selalu bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial.
"Karena sekarang maraknya konten-konten negatif di dunia maya, seperti berita bohong atau hoaks yang terjadi saat ini cukup mengkhawatirkan karena bisa berpengaruh kepada masyarakat dan kelompok tertentu sehingga berpotensi menimbulkan konflik," kata Insyafi kepada awak media, Rabu (6/3/2019).
Selanjutnya, Insyafi, juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Pulang Pisau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima, terutama di media sosial, dan bersikap kritis dan bijak dalam menilai sebuah pemberitaan.
Selain itu, Insyafi juga meminta kepada para netizen untuk mengenali sumber situsnya, isi beritanya serta siapa yang menyampaikan berita tersebut.
"Dan terlebih untuk judul yang provokatif agar berhati-hati, usahakan jangan hanya membaca judulnya saja karena terkadang masyarakat hanya membaca judulnya saja tanpa membaca secara menyeluruh isi beritanya," jelasnya.
Apabila ada indikasi berita tersebut adalah hoaks, lanjutnya, jangan mencobanya untuk membagikan situs tersebut kepada yang lain, karena ini bisa membahayakan semua pihak.
"Laporkan kepada pihak yang berwenang atau komunitas anti hoax," tandasnya.
Lebih jauh lagi, tambah Insyafi, akan lebih baik lagi kalau pihak-pihak tadi bisa membantu melakukan klarifikasi seluas-luasnya kepada masyarakat bahwa telah terjadi pemberitaan yang tidak benar.
Dengan demikian, masyarakat yang sudah terlanjur menerima berita hoaks tidak akan menerima informasi hanya dari satu arah, karena ada informasi berimbang yang mampu memberikan penilaian terhadap isi pemberitaan tersebut.
"Dan yang terpenting adalah jalankan prinsip verifikasi karena salah satu instrumen dalam mencari kebenaran adalah verifikasi," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG