Ampera Apresiasi Pengobatan Gratis PKPI Bartim

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG - Ampera AY Mebas SE yang merupakan sekretaris Dewan Pimpinan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengapresiasi pengobatan gratis yang dilakukan kader PKPI Kabupaten Barito Timur (Bartim).
"Saya berharap agar di setiap acara kampanye PKPI dilakukan pendataan terhadap warga masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis serta warga masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan yang belum tertangani oleh Dinas terkait," ucapnya, Kamis (14/3/2019).
Pendataan tersebut dimaksudkan, lanjutnya, agar nantinya tindakan penangananya bisa dilakukan sesegera mungkin, karena untuk penyakit kronis tentunya tidak memungkinkan dilakukan pengobatan seadanya.
Sementara itu, Arianto Muler ST MM mengatakan, saat ini ada satu pasien penderita penyakit jantung dan satu penderita gangguan kejiwaan yang sudah didata oleh PKPI.
Dua orang warga Desa Ketab Kecamatan Pematang Karau tersebut atas nama Marjuni (48) yang menderita penyakit jantung sudah ditangani di Puskesma Bambulung Kecamatan Pematang Karau.
Sedangkan Rida (18) yang menderita gangguan kejiwaan akan dikoordinasikan penanganannya dengan Dinas Sosial Bartim untuk penanganan lebih lanjut.
"Kedua warga Desa Ketab ini sudah kita data dan akan tangani pengobatannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Arianto mengatakan, dalam pelaksanaan pengobatan gratis yang dilakukan PKPI pihaknya juga mendiagnosa penyakit yang diderita pasien, bila memungkinkan dilakukan penanganan biasa maka penderitanya akan diberikan obat saat itu juga tetapi bila hasil pemeriksaan petugas medis ternyata penyakit yang diderita ternyata kronis atau akut maka akan kita buat rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
Lebih lanjut, Arianto memaparkan bahwa pengobatan gratis yang dilakukan oleh PKPI itu adalah program Partai PKPI sendiri dan merupakan bagian dari upaya memanusiakan manusia dengan melakukan kegiatan positif.
"Ini merupakan memberikan layanan kesehatan yang langsung berdampak pada masyarakat luas tanpa memandang usia, warna kulit, suku dan Agama," tutupnya.[adi]
loading...
TAG