Terungkap Kasus Balita Gizi Buruk, Ketua Komisi III Angkat Bicara

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Selatan, Idariani, menyarankan agar petugas kesehatan dan semua petugas Rukun Tetangga (RT), lebih aktif dalam bersinergi menghimpun data dan penanganan kesehatan di RT masing-masing.
Dihubungi oleh awak media, Sabtu (2/2/2019) malam, via pesan aplikasi Whatsapp, politisi Parpol Demokrat DPC Barito Selatan, Idariani, mengaku kaget dengan informasi mengenai adanya balita warga Kota Buntok, Barsel, yang didagnosa menderita gizi buruk.
Menurut Ida, semestinya hal semacam ini tidak lagi boleh terjadi, apalagi di Kota Buntok, yang notabene pelayanan kesehatannya mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, apalagi posyandu setiap bulan dilaksanakan hampir di setiap RT.
"Ini berita yang mengejutkan, mengingat balita ini warga dalam kota Buntok, yang seharusnya bisa terdeteksi secara dini. Mengingat layanan kesehatan di Ibukota Kabupaten kita ini cukup lengkap dan untuk anak-anak usia bawah 5 tahun, pelayanan posyandu tiap bulan dilaksanakan hampir tiap RT," sebutnya.
Untuk itu, dikatakan oleh anggota legislatif yang mulai menjabat sejak tahun 2009 lalu itu,  berjanji akan segera melakukan koordinasi guna mengevaluasi.
Selain itu, ia juga meminta agar seluruh perangkat RT dan Kesehatan, baik di tingkat Desa maupun Kelurahan, agar lebih aktif dan dalam bersinergi untuk menghimpun data, guna segera melakukan pencegahan dan penanganan kasus-kasus kesehatan masyarakat semacam ini.
"Ini akan menjadi segera berkoordinasi untuk melakukan evaluasi, agar ke depan orang tua, petugas  RT dan petugas kesehatan kita bisa bersinergi, agar hal seperti ini lebih dini terdeteksi dan bisa lebih awal tertangani!," pungkasnya.[tampetu]
loading...
TAG