Sembilan Pengacara Siap Bela Tersangka Ini di Pengadilan

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Sebanyak sembilan orang dari tim pengacara Perkumpulan Penasihat dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Provinsi Kalimantan Tengah, siap membela hak Erik Kusdaryanto.
Ditemui awak media di Buntok, Kamis (31/1/2019) malam, sembilan orang dari PPKHI, yakni Antoninus Kristiano SH, sebagai ketua, dan anggota Rendha Andrisyah SH, Suriansyah Alim SH,
Restu Mini SH, Yufin Ardiansyah Milai SH, M Farid PP SH, Jefri Bius H SH, Nie SH dan Ari Madia SH, menyatakan kesiapan untuk membela hak dari mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Barito Selatan tersebut, dalam pengadilan nanti.
Terkait dengan telah ditahannya Erik, oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel, Kamis (31/1/2019), dikatakan Anton, pihaknya menghargai langkah yang diambil oleh pihak JPU, sebab hal tersebut merupakan hak prerogatif penegak hukum.
"Masalah dia (Erik) ditahan atau tidak ditahan, itu hak prerogatif Kejaksaan ya, kita sebagai kuasa yang diberikan wewenang untuk melakukan pembelaan, pada dasarnya kita sudah menyiapkan pembelaan kita pada saat persidangan nanti," tukasnya.
Sementara itu, menyangkut adanya dugaan kerugian negara yang disebabkan oleh perbuatan tersangka, diakui oleh Anton, pihaknya belum menerima laporan apapun, baik Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun keterangan bukti-bukti lainnya.
"Jadi itu nanti kita akan lihat di pengadilan, karena kerugian negara itu kan dihitung oleh BPK, sampai saat inipun, LHP BPK kita masih belum terima. Maka itu nanti, hasil penyidikan yang dilimpahkan itu, nanti kita akan minta di pengadilan," bebernya.
Senada dengan Anton, Suriansyah juga menghargai perihal penahanan Erik sendiri, tidak menjadi masalah karena sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Masalah penahanan itu sendiri, kan sudah diatur di dalam UU Nomor 21 KUHP, tentang penilaian obyektif dan subyektif, saya rasa itu sudah dipenuhi sebab ancamannya jelas, di atas lima tahun malah 20 tahun. Mungkin tujuan dari Kejaksaan, untuk mempermudah persidangan supaya klien kita kooperatif," sebutnya.
Diketahui sebelumnya, bahwa setelah dinyatakan P21 dan pelimpahan tahap dua, akhirnya mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Barito Selatan, Erik Kusdaryanto M.Si ditahan, Kamis (31/1/2019).
Berkas perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menyeret nama Erik Kusdaryanto,  dilimpahkan oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Barsel kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Kamis (31/1/2019).
Hal ini, dibenarkan oleh Kapolres Barsel, AKBP Wahid Kurniawan SIK, melalui Kasatreskrim, AKP Triyo Sugiono SH.
"Benar mas, Pak Erik mantan Kasatpol PP Kabupaten Barsel, hari ini telah kami tahap 2 kan ke JPU Barsel guna proses hukum selanjutnya," tulisnya via pesan Whatsapp.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Kejari (Kajari) Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe, melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady, diketahui bahwa Erik ditahan sebagai tersangka kasus Tipikor penyalah gunaan anggaran kegiatan-kegiatan di dinas Satpol PP dan Damkar Barsel tahun anggaran 2017, total Kerugian negara Rp427 juta.
"Mulai hari ini, beliau (Erik) ditahan 20 hari kedepan, penyerahan tahap dua tersangka dan barbuk dari penyidik polres barsel, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU)," terangnya.[tampetu]
loading...
TAG