Pra Peradilan Ditolak, Kabid Ini Resmi Tersangka OTT

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Dihadiri oleh Kuasa Hukum (KH) pemohon, Jumat (1/2/2019), Pengadilan Negeri (PN) Buntok, Kabupaten Barito Selatan, menolak gugatan pra peradilan yang diajukan oleh tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Barsel.
Putusan penolakan pra peradilan ini, dibacakan oleh Hakim Tunggal, John Ricardo SH, berdasarkan pertimbangan bahwa penetapan Eka Rezeki Hawini sebagai tersangka,  oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Barsel dinilai besesuaian dengan pasal 18, 17 dan 21 ayat (1) KUHP, tentang bukti permulaan.
Hal ini, merujuk pada dua alat bukti yang berhasil disita oleh aparat pada saat penangkapan, sebagaimana tertuang dalam surah perintah penyitaan barang bukti, Nomor : Sprint.Sita/42/XII/2018/11 Desember 2018, yakni berupa bukti keterangan tersangka dan surat bukti tanda terima dengan Nomor : STP/38.A/XII/2018/Reskrim, tertanggal 11 Desember 2018.
"Kedua alat bukti tersebut, sesuai yang tertuang di dalam Pasal 184 KUHP, adalah keterangan saksi dan petunjuk, jika untuk dijadikan sebagai tersangka, maka sudah sesuai dengan hukum acara pidana yang berlaku," sebut Hakim.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka permohonan pemohon dianggap tidak sah dan ditolak.
Eka Rezeki Hawini, sebelumnya diketahui terjaring OTT oleh jajaran Polres Barsel, pada Selasa (11/12/2018) lalu, dalam kasus dugaan pemerasan terhadap rekanan yang mengerjakan proyek swakelola, pembangunan tiga ruangan kelas dan perabot, di SDN 2 Desa Terusan, Kecamatan Dusun Utara, Barsel.
Dari tangan yang bersangkutan, kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp12,5 juta.[tampetu]
loading...
TAG