Minimalisir Gangguan, PLN Kapuas Minta Relakan Pohon Dipangkas

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Salah satu pemicu terjadinya gangguan hingga berakibat pemadaman listrik lantaran jaringan PLN, seperti bersentuhan dengan daun atau ranting dari pohon. Untuk pemulihan itu, harus dilakukan pemangkasan agar ada jarak aman antara jaringan dan pohon tersebut.
Masyarakat diminta merelakan pohon miliknya agar mau dilakukan pemangkasan oleh petugas PLN. Ini demi menghindari gangguan pada jaringan, dan untuk kenyamanan bersama.
Hal ini disampaikan Wahyudi, Manajer Keuangan Sekretariat dan Administrasi (KSA) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT. PLN persero Kapuas, Selasa (13/2/2019).
"Kita imbau kepada masyarakat untuk pohon yang hampir menyentuh jaringan agar dinformasikan kepada PLN, nantinya kami dari PLN yang akan melakukan perampalan," ucap Wahyudi.
Warga jangan melakukan pemangkasan sendiri sebab ada risiko, pemangkasan sekitar jaringan kabel membutuhkan teknik dan alat khusus.
Akan tetapi, lanjutnya, lagi kadang upaya pemangkasan ranting pohon ini menjadi terhambat bila tidak mendapat ijin dari pemilik. Pihaknya sangat mengharapkan pengertian dari masyarakat akan hal ini.
Dijelaskannya, antara jaringan dan benda-benda lain termasuk daun dan ranting pohon untuk jarak amannya adalah tiga meter, di mana jaringan itu dengan tiga kabel yang biasa kita lihat tergantung di atas tiang listrik atau disebut kabel SUTM (saluran udara tegangan menengah).
"Jika ranting atau daun pohon mengenai  satu saja kabel SUTM yang tak berbungkus itu berakibat padamnya listrik," kata Wahyudi.
Hal itu, lanjut dia, kerap terjadi jika jarak ranting atau daun terlalu dekat dengan jaringan pada kabel USTM, saat cuaca buruk tiupan angin dan hujan berakibat daun dan ranting bisa mengenai jaringan, apa lagi kondisi basah bisa berakibat pemadaman.[zulkifli]
loading...
TAG