Minim Sarana, Begini Kondisi Persiapan MA Thalabul Irsyad Hadapi UNBK

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Problem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 tampaknya tak kunjung usai. Masalah fasilitas, jaringan, serta listrik menjadi faktor utama yang menjadi kekhawatiran dalam pelaksanaannya nanti.
Sebanyak 42 siswa Madrasah Aliyah (MA) Thalabul Irsyad, bersama 24 siswa MA Sabilal Muhtadin melaksanakan simulasi UNBK, 4 hingga 8 Februari 2019, di MA Thalabul Irsyad, di Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, dengan kondisi serba keterbatasan.
"Kita baru bisa ikut simulasi tahap dua, sebab masalah sarana dan prasarana yang sama sekali belum memadai," ungkap Suhardi, pendiri yayasan pondok pesantren Thalabul Irsyad, Jumat (8/2/2019).
Saat ini MA Thalabul Irsyad, lanjut dia, belum memiliki laboratorium komputer, sehingga untuk pelaksanaan UNBK dan UAMBN BK nanti masih seadanya.
"Simulasi ini hanya menggunakan ruang guru, karna belum ada meja dan kursi sehingga simulasi dilaksanakan lesehan saja," ungkap Suhardi.
Keterbatasan lain, karena tidak memiliki komputer sekolah maka digantikan dengan laptop yang dipinjam dari guru dan sebagian milik siswa, dan bahkan untuk biaya serverpun pihak sekolah masih utang, agar bisa melaksanakan simulasi itu.
"Dengan kondisi ini kita berharap adanya perhatian pemerintah, baik itu dari Pemkab, Pemprov maupun dari Kemenag RI agar bisa membantu pelaksanaan UNBK nanti, ini agar bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan," pungkas Suhardi.[zulkifli]
loading...
TAG