Kesal Genset Berisik, Warga Ini Bakar Gardu Telkomsel Banama Tingang

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Pembakaran sebuah gardu telkomsel terjadi di Kecamatan Banama Tingang (Banting), Kabupaten Pulang Pisau sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (6/2/2019). Aksi pembakaran diketahui dilakukan Elsin alias Bapak Joni (55).
Elsin yang merupakan warga Desa Bawan, nekat melakukan pembakaran tersebut, karena merasa kesal dengan bunyi mesin diesel yang hidup usai aliran listrik padam di kecamatan tersebut.
"Kita telah mengamankan seorang warga terlapor atas pembakaran sebuah gardu milik telkomsel di Banama Tingan," ujar Kapolsek Banting, Ipda Ivan Danara menyampaikan kepada awak media, Kamis (7/2/2019).
Saat itu, dijelaskan Ivan, pelaku tengah tertidur, selanjutnya terbangun karena mendengar suara genset tower telkomsel hidup, yang mana saat itu lampu tengah padam.
Mendengar berisik, lalu pelaku menuju bangunan tower dengan membawa sebilah parang dan langsung memutuskan selang minyak sehingga minyak keluar membasahi area lantai.
Melihat itu, pelaku pulang ke rumah dan mengambil kain lap dan daun pisang kering, lalu kain dan daun pisang tersebut dibakar di depan gardu genset dengan korek gas dan saat itu minyak solar sudah membasahi lantai dan api menjalar ke dalam gardu dan membakar genset serta alat lainnya yang ada di dalam gardu.
"Setelah gardu terbakar pelaku keluar dan menuju rumahnya kembali. Atas kejadian tersebut pihak PT. Telkomsel mengalami kerugian sebesar Rp132 juta," terang Ivan.
Sementara dari kejadian itu, pihak Kapolsek Banting mengamankan 1 buah korek api gas merk Tokai warna biru, 1 bilah parang, bekas kain yang terbakar, dan bekas kabel geset dan kabel ATS genset sisa terbakar.
"Pelaku akan kita kenakan Pasa 187 ayat 1e KUHPidana atau pasal 406 ayat 1 KUHP tentang Penghancuran dan Pengrusakan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tukasnya.[manan]
loading...
TAG