Jelang Pemilu, Polres Barsel Petakan Wilayah Rawan Konflik

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Kepolisian Resort (Polres) Barito Selatan, mengklaim sudah melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang masuk kategori zona rawan jelang Pemilu serentak 2019, di wilayah hukumnya.
Semakin mendekati digelarnya puncak pesta demokrasi terbesar di Indonesia, yang dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang, membuat suhu politik tanah air semakin memanas, tidak terkecuali wilayah Kabupaten berjuluk Bumi Batuah ini, lalu bagaimana kesiapan jajaran Kepolisian setempat dalam mengamankan suasana jelang Pileg dan Pilpres serentak tersebut?
Ditemui di kantornya, Senin (11/2/2019), Kapolres Barsel, AKBP Wahid Kurniawan SIK, selain menegaskan agar seluruh anggotanya untuk bersikap netral dengan tidak memihak calon manapun yang bertarung dalam Pileg dan Pilpres 2019, ia juga mengungkapkan, bahwa sampai dengan saat ini pihaknya sudah memegang data peta wilayah yang dikategorikan sebagai zona rawan di Kabupaten Barsel.
Untuk itulah, sampai saat ini pula, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu serentak, jajaran Polres Barsel sudah melakukan langkah-langkah persuasif kepada masyarakat.
"Sampai saat ini, kita terus memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, serta mengajak agar masyarakat jangan sampai golput dan melakukan tindakan-tindakan anarkis yang bisa memicu konflik, serta terus menerus memantau dan mencegah penyebaran berita-berita hoaks," tukasnya.
Dijelaskan oleh Wahid lagi, gerakan-gerakan yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian ini, merupakan upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya konflik di tengah masyarakat, akibat dari perbedaan pendapat dan pilihan politik, serta kemungkinan terhasutnya masyarakat oleh penyebaran isu-isu hoax.
Sebab berdasarkan data rating tingkat kerawanan yang diperoleh dari Mabes Polri yang dirilis oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah sendiri, Barsel masuk dalam urutan pertama di Kalteng, sebagai  Kabupaten dengan tingkat kerawanan konflik yang tinggi, jelang dan pasca pelaksanaan Pemilu serentak.
Tingkat kerawanan itu sendiri, diukur berdasarkan beberapa indikator, seperti maraknya penyebaran berita hoax, ditemukannya kelompok-kelompok masyarakat yang diindikasikan radikal karena merasa tidak puas terhadap Pemerintahan saat ini, serta beberapa masyarakat yang masih belum bisa menyampaikan aspirasi.
"Berdasarkan data dari Mabes, Barito merupakan urutan pertama di Kalteng, sebagai Kabupaten yang rawan konflik akibat dari pelaksanaan Pemilu," bebernya.[tampetu]
loading...
TAG