Elpiji 3 Kilogram Makin Langka di Kota Buntok

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Sebagian besar warga Kota Buntok Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mengeluh karena dalam sepekan terakhir ini Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji 3 kilogram semakin langka.
Kendati pun ada, harganya melonjak hingga mencapai Rp40 ribu per tabung. Padahal jika menyesuaikan dengan peraturan pemerintah untuk harga enceran tertinggi (HET) pada wilayah Kota Buntok hanya berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu.
"Mestinya pemerintah daerah melaui instansi terkait harus cepat menanggapi permasalahan ini. Sebab jika tidak, kami sebagai masyarakat bawah yang dirugikan, karena bisa jadi ada permainan harga oleh oknum pengencer," keluh Rahman (40) warga Buntok, Rabu (13/2/2019).
Senada juga diungkapkan Rianty (36) seorang ibu rumah tangga warga Jalan Pelita Raya Kotq Buntok yang merasa di repotkan dengan kelangkaan elpiji 3 kilogram.
"Kemana lagi saya harus mengeluh. Kalau kami harus kembali menggunakan kompor minyak tanah untuk keperluan dapur, jelas tidak mungkin," keluhnya.

Rianty menaruh dugaan bahwa kelangkaan elpiji 3 Kg tersebut di sebabkan ada penumpukan oleh okmun pengencer di wilayahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sepekan tarakhir ini, berat tabung berisi gas tertulis 3 Kg itu, tidak sesuai ukuran standar.
"Setahu saya, barat tabung kosong itu normalnya 5 Kg. Jika tabung itu berisi 3 Kg, maka jelas berat keseluruhannya menjadi 8 Kg. Tapi kemarin pernah kami timbang totalnya kok hanya 7 Kg saja. Lalu kemana 1 kilonya..?," ucapnya.[kenedy]
loading...
TAG